Rabu, 6 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Balita Suspect Corona di RSUP Kandou

RS Kandou Tangani Balita Diduga Menderita Gejala Awal Corona: Turis Cina Perpanjang Izin Tinggal

Rumah Sakit Umum Pusat Prof Kandou Malalayang, Manado kembali menangani pasien yang diduga suspect virus Corona Wuhan

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Tribun Manado / Fistel Mukuan
Ruang Isolasi di RSUP Kandou dijaga 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Rumah Sakit Umum Pusat Prof Kandou Malalayang, Manado kembali menangani pasien yang diduga suspect virus Corona Wuhan (2019nCoV). Pasien berusia balita asal Cina itu dalam pengawasan di Ruang Isolasi Irinna F, Selasa (4/2/2020).  

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara dr Debie Kalalo melalui Humas RS Kandou Deddy Sondakh mengatakan, pasien seorang warga negara asing (WNA). "Yang bersangkutan adalah WNA Tiongkok berumur 2 tahun 6 bulan," kata Humas.  

Bagaimana Cara Mendapatkan Dana Lansia?

Kata dia, yang bersangkutan telah berada di Indonesia sejak 21 Januari 2020.
"Yang bersangkutan mengeluh demam dan pilek sehingga berobat ke RS dan langsung diisolasi ke RSUP Prof Kandou," tambahnya.

Lanjut Sondakh, Kadis Kesehatan telah menjelaskan, bersangkutan (pasien) bersama orangtua telah diisolasi sejak 3 Februari 2020. Pasien yang diduga ini sudah diambil sampel untuk diperiksa di Puslitbangkes Kementerian Kesehatan di Jakarta.

Ia bilang, kondisi yang pasien saat ini dalam keadaan stabil dan sampai sekarang masih menjadi perhatian. Ketika dikunjungi di Ruang Isolasi, terlihat ada 2 orang satpam sedang berjaga di bagian depan dan membenarkan ada seorang akan yang dirawat di Ruang Isolasi.

Menurut seorang Satpam, pasien masuk kemarin (Senin), tapi itu belum positif, baru pengawasan. Mereka baru seminggu di Manado sudah sakit dan dibawa ke RS Siloam. Lantaran RS Siloam belum ada ruang isolasi, pasien dibawa di sini (RS Kandou).

"Untuk masuk Ruang Isolasi sampai ke pasien ada lima pintu masuk yang harus dilewati,” katanya. Ia katakan, pasien dijaga oleh perawat dan memakai baju kaya astronot.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUP Prof Kandou dr Hanry Takasenserang mengatakan, pasien sudah ditangani dokter anak. "Sudah ditangani dokter spesialis anak. Kemarin juga sudah diambil sampel apus tenggorokan dan sudah dikirim ke Balitbangkes Jakarta," kata Hanry.

Ia katakan, kedua orangtuanya juga sama-sama berada di Ruang Isolasi menemani dan menjaga pasien. "Orangtua juga diambil sampel untuk periksa laboratorium dan dikirim di Jakarta," katanya. Ia juga harapkan agar hasil pemeriksaan laboratorium secepat bisa keluar.

Merebaknya virus corona belakangan ini membuat sebagian masyarakat khawatir akan bahaya virus tersebut. dr Adi Tucunan selaku pengamat kesehatan dan dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) mengatakan, dalam dunia medis, tidak selalu penyakit bisa menyebabkan kematian.

Lanjutnya, bahkan jika penyakit itu sangat parah termasuk kanker juga bisa sembuh. "Begitu juga dengan virus Corona," tambahnya. Ia menyatakan, kekuatan kekebalan tubuh atau imunitas pada manusia berbeda. "Itu sebabnya ada yang kena virus tetapi kemudian sembuh, namun ada juga yang mengarah kepada kematian," jelasnya.

Dia menambahkan, ini juga tergantung pada seberapa dominannya virus menyerang ketahanan tubuh manusia. "Jika virus lebih kuat dari pada imunitas manusia maka cenderung manusia itu tidak akan bertahan alias meninggal," ungkapnya.

Bukan Media Massa Biasa

Namun, sebaliknya jika imun lebih kuat maka manusia bisa sembuh. "Sederhananya, dalam diri manusia terdapat apotek terbesar sehingga penyakit terkadang sembuh tanpa intervensi medis," tuturnya. Persoalan lain juga, di mana virus masih dalam tahap inkubasi tetapi dapat dideteksi lebih dini. "Sehingga penanganannya dapat lebih optimal sehingga proses kesembuhannya bisa terjadi," pungkas Tucunan.

Ancaman Corona menjadi teror bagi siapapun. Termasuk, sebagian wisatawan asal Tiongkok yang pelesir ke Manado. Ternyata, ada beberapa di antara ribuan wisman yang datang di penghujung Januari 2020 ogah pulang ke Cina.

Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM (Kanwilkumham) Sulut, Lumaksono mengatakan, pihaknya baru saja menerima permohonan perpanjangan izin tinggal dari wisman asal Tiongkok. "Baru saja kami terima, ada 15 orang yang memohon permohonan perpanjangan izin tinggal," kata Lumaksono kepada Tribun Manado, Selasa (4/2/2020).

Kata dia, belasan wisman itu, termasuk anak-anak awalnya datang liburan di Manado. Seiring meningkatnya ancaman Corona, mereka takut pulang ke Tiongkok. "Mereka menyurat kepada Kantor Imigrasi Manado, alasannya karena Corona," jelas dia.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved