Breaking News:

Berita Boltim

Masyarakat Bongkudai Selatan Datangi DPRD Boltim, Ini Aspirasi Mereka

Sejumlah petani Desa di Bongkudai Selatan, Kecamatan Mooat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sulut

Tribun manado / Siti Nurjanah
Masyarakat Bongkudai Selatan Datangi DPRD Boltim 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejumlah petani Desa di Bongkudai Selatan, Kecamatan Mooat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulut, mendatangi kantor DPRD Boltim untuk menyampaikan aspirasi, Selasa (04/02/2020)

Masyarakat petani dibawah dikoordinator langsung Fernando Kamasi tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Boltim Fuad S Landjar, Wakil Ketua DPRD Boltim Muhammad Jabir dan Medy Lensun, Anggota DPRD Sofyan Alhabsyi, Argo Sumaiku, Edsuko Tendean, Antonius Muaya, dr Cerry Sunarto Kadengkang, Samsudin Dama dan Dahlan Sadiman.

Dalam aspirasinya, koordinator aksi lapangan Fernando Kamasi menyampaikan pernyataan sikap yang terdapat delapan poin tuntutan masyarakat Bongkudai Selatan khususnya Kecamatan Mooat.

Kasus Jiwasraya Seret Nama SBY, Politisi Demokrat Serang Erick Thohir, Sebut Pandai Berpolitik

“Kami masyarakat Bongkudai Selatan menyatakan sikap terkait pemerataan alat pertanian dan kelompok tani fiktif dari dinas pertanian, serta ketidakadilan dalam pembagian dana desa yang mengakibatkan penurunan dana desa,” ucapnya.

Lanjutnya, tak sedikit yang menjadi tuntutan masyarakat Bongkudai khususnya masyarakat Kecamatan Mooat di antaranya, masyarakat meminta pemimpin DPRD Boltim untuk memfasilitasi hearing antara masyarakat Bongkudai Selatan dengan Dinas Pertanian dan PMD.

"Kami juga dengan tegas meminta kepada Dinas Pertanian untuk memberikan alat pertanian di anaranya traktor dan cultivator yang proposalnya sudah dimasukan pada tahun 2018," tegasnya.

Dony Pedro Raja King Of The King Kabur, Hidup Berpindah-pindah, Diburuh Polisi

Selain itu, pihaknya juga meminta dengan tegas agar membongkar mafia kelompok tani fiktif atau siluman tanpa sepengetahuan sangai dan jual beli alat pertanian di antaranya cultivator dan handtraktor yang seharusnya berada di Balai Benih Mooat.

"Kami juga meminta kepada Dinas Pertanian untuk menjelaskan kepada kami terkait kelompok tani penyaluran bibit benih di antaranya bawang putih dan bawang merah pada tahun 2019 yang salah sasaran," ucapnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga meminta kepada Dinas PMD untuk menjelaskan secara rinci terkait penurunan dana Desa Bongkudai Selatan, karena menurut kami bahwa tidak ada keadilan dalam pembagian dana desa.

"Pemkab Boltim justru menaikan dana Desa Bongkudai Baru Bersatu sekitar Rp 700 juta dan Desa Guaan Bersatu sekitar Rp 1 miliar dengan selisih Rp 300 juta hingga Rp 350 juta," jelasnya.

Harapan Dua Eks Pemain PSS Sleman Untuk Sulut United Musim Ini

Ia menambahkan, apabila Pemkab Boltim dalam hal ini Dinas Pertanian tetap tidak memberikan alat pertanian dan tidak bisa menjelaskan tentang penurunan dana desa serta adanya permainan kelompok tani siluman, maka masyarakat Bongkudai Selatan akan mengadakan aksi lebih besar lagi untuk mempertahankan dan memperjuangkan sikap.

"Selain melakukan aksi kami pun masyarakat Desa Bongkudai Selatan akan menyita semua alat pertanian dan bibit benih yang ada di Kecamatan Mooat, sampai pernyataan sikap kami ditindak lanjuti dan keinginan masyarakat terpenuhi," tegasnya.

Ia pun menegaskan, masyarakat Bongkudai Selatan tidak akan menjamin situasi dan kondisi atau srabilitas di Kecamatan Mooat dan sekitarnya.

"Hal itu akan terjadi apabila Pemkab Boltim dalam hal ini Dinas Pertanian, Dinas PMD dan DPRD tidak memberi penjelasan," ucapnya. (ana)

Ketua PPK Kota Manado Ajak Wanita Periksa Tes IVA, Hadirkan ‘Panada Tante’ dan ‘Susiantariksa’

Penulis: Siti Nurjanah
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved