Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

BUMN

Setelah Diteror, Erick Thohir Didesak Mundur dari BUMN, Titip Beban ke Wamen: Ada yang Mau Goyang

Hal itu ia sampaikan seusai mengumumkan penyelesaian restrukturisasi utang PT Krakatau Steel di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Tayang:
Editor: Frandi Piring
FOTO: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Erick Thohir: Ancaman sudah menjadi makanan sehari-hari. 

TRIBUNAMANADO.CO.ID - Pengakuan mengejutkan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, mengatakan banyak pihak yang menginginkannya mundur.

Hal itu ia sampaikan seusai mengumumkan penyelesaian restrukturisasi utang PT Krakatau Steel di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Erick Thohir meminta agar Krakatau Steel menjalankan opersional secara baik.

Alasannya, dia tak mau jika suatu saat dia dicopot sebagai Menteri BUMN, justru meninggalkan beban ke penerusnya.

"Sekarang kuncinya operasional, ini yang saya harapkan."

"Salah satunya yang saya titip juga ke pak Wamen, kalau habis restrukturisasi, operasionalnya mesti benar," kata Erick Thohir.

"Jangan nanti ada problem di menteri yang akan datang, 5 tahun mendatang, atau satu tahun mendatang."

"Karena mungkin saja saya cuma setahun, yang mau goyang, suruh mundur banyak kok," sambungnya.

Menteri BUMN Erick Thohir jelaskan alasan harga BBM turun.
Menteri BUMN Erick Thohir jelaskan alasan harga BBM turun. (Kompas.com/Mutia Fauzia)

Erick Thohir meminta agar bisnis semua BUMN dilakukan secara baik dan berkelanjutan.

Untuk itu, dia mengaku tengah fokus membenahi BUMN, salah satunya agar BUMN kembali ke bisnis intinya (core business).

"Apa yang kita lakukan bukan hanya untuk kita."

"Saya, Pak Budi (Budi Gunadi Sadikin), Pak Tiko (Kartika Wirjoatmodjo) harapkan apa yang dilakukan berkelanjutan, successor. Kita harus lebih sukses, bukan gali lobang," tuturnya.

Selain itu, Erick Thohir meminta agar para komisaris BUMN benar-benar membantunya dalam mengawasi kinerja perusahaan BUMN.

“Saya tidak mau juga komisaris hanya duduk-duduk dan tidak bantu kementerian untuk mengawasi."

"Tapi bukan ambil peran direksi, jangan juga, enggak boleh, kan ada tugasnya,” papar Erick Thohir.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved