Breaking News
Kamis, 23 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Rudal Bikin 50 Tentara AS Cedera Otak, Dampak Serangan Balasan Iran

Serangan balasan Iran ke dua markas militer Amerika di Irak, Rabu (8/1/2020), bikin 50 personel tentara AS gegar otak.

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Sigit Sugiharto
Kolase Foto (WNA dan Wikimedia)
Iran ajak pihak luar baik Boeing, Ukraina, dan lainnya untuk investigasi dan membuka kotak hitam atas insiden jatuhnya pesawat Ukraine International Airlines 

Pentagon dan Presiden Donald Trump pada awalnya mengatakan tidak ada personel AS yang terluka atau

terbunuh dalam serangan rudal Iran. Serangan rudal itu merupakan pembalasan atas serangan drone AS pada 2

Januari yang menewaskan Mayor Jenderal Qassem Soleimani, seorang jenderal papan atas Iran.

Pekan lalu Trump mengatakan ia tidak menganggap potensi cedera otak sama seriusnya dengan luka fisik.

Ia mengecilkan tingkat keparahan cedera yang diderita di Irak.

Selama Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Trump diminta untuk menjelaskan perbedaan antara komentar

sebelumnya yaitu tidak ada personel AS yang terluka di pangkalan udara Al Asad, Irak.

"Tidak, saya mendengar bahwa mereka sakit kepala, dan beberapa hal lainnya, tetapi saya katakan itu tidak

terlalu serius," jawab Trump dalam konferensi pers.

Kelompok veteran berpengaruh meminta Trump meminta maaf atas komentar itu.

"VFW mengharapkan permintaan maaf dari Presiden kepada pria dan wanita kami atas ucapannya yang salah

arah," ujar William "Doc" Schmitz, komandan veteran perang dalam sebuah pernyataan Jumat.

Ia minta Trump dan Gedung Putih bergabung dalam upaya mendidik orang Amerika tentang bahaya TBI.

"Para pejuang kami membutuhkan dukungan penuh kami lebih dari sebelumnya dalam hal ini, " tambah

Schmitz. Bentuk TBI yang paling umum di militer adalah TBI ringan.

(cnn/feb)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved