Rudal Bikin 50 Tentara AS Cedera Otak, Dampak Serangan Balasan Iran
Serangan balasan Iran ke dua markas militer Amerika di Irak, Rabu (8/1/2020), bikin 50 personel tentara AS gegar otak.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Sigit Sugiharto
Pentagon dan Presiden Donald Trump pada awalnya mengatakan tidak ada personel AS yang terluka atau
terbunuh dalam serangan rudal Iran. Serangan rudal itu merupakan pembalasan atas serangan drone AS pada 2
Januari yang menewaskan Mayor Jenderal Qassem Soleimani, seorang jenderal papan atas Iran.
Pekan lalu Trump mengatakan ia tidak menganggap potensi cedera otak sama seriusnya dengan luka fisik.
Ia mengecilkan tingkat keparahan cedera yang diderita di Irak.
Selama Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Trump diminta untuk menjelaskan perbedaan antara komentar
sebelumnya yaitu tidak ada personel AS yang terluka di pangkalan udara Al Asad, Irak.
"Tidak, saya mendengar bahwa mereka sakit kepala, dan beberapa hal lainnya, tetapi saya katakan itu tidak
terlalu serius," jawab Trump dalam konferensi pers.
Kelompok veteran berpengaruh meminta Trump meminta maaf atas komentar itu.
"VFW mengharapkan permintaan maaf dari Presiden kepada pria dan wanita kami atas ucapannya yang salah
arah," ujar William "Doc" Schmitz, komandan veteran perang dalam sebuah pernyataan Jumat.
Ia minta Trump dan Gedung Putih bergabung dalam upaya mendidik orang Amerika tentang bahaya TBI.
"Para pejuang kami membutuhkan dukungan penuh kami lebih dari sebelumnya dalam hal ini, " tambah
Schmitz. Bentuk TBI yang paling umum di militer adalah TBI ringan.
(cnn/feb)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/iran-ajak-pihak-luar-baik-boeing-ukraina-467347.jpg)