Berita Manado
Penghapusan USBN, Ini Tanggapan Humas SMA Negeri 1 Manado
Penghapusan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) menjadi Ujian Sekolah (US) mendapat tanggapan dari pihak sekolah di Kota Manado
Penulis: Dewangga Ardhiananta | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID - Penghapusan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) menjadi Ujian Sekolah (US) mendapat tanggapan dari pihak sekolah di Kota Manado.
Salah satunya dari pihak SMA Negeri 1 Manado.
"Kalau USBN itu biasanya kita mau mengukur kemampuan siswa secara keseluruhan, jadi se-Indonesia bisa diukur di situ karena kan ada standarnya," kata Noufi Karamoy Humas SMA Negeri 1 Manado.
Ia menjelaskan, USBN itu 75 persen soal disusun oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan 25 persen dari pemerintah.
• Bupati Iskandar Kamaru Hadiri Workshop Implementasi Kode Etik BPK
"Namun, kali ini tidak ada USBN yang berarti tidak ada lagi soal dari pemerintah," jelasnya.
Ia melanjutkan, kalau tidak ada soal dari pemerintah berarti soal kita susun sendiri.
"Nah kalau kita susun sendiri takutnya kita tidak ada standar lagi, ya kan tidak ada ukuran standar nasional," tambahnya.
• Dispora Kotamobagu Tak Akan Campuri Seleksi Paskibraka
Noufi mengatakan, kalau para guru berpikir, kebijakan ini lebih dimudahkan karena tidak menyusun soal ujian yang standar.
"Tetapi kekurangannya ketika tidak ada USBN nanti soal kita kayak subjektifitas karena berdasarkan daerah," ungkapnya.
Humas SMA 1 tersebut menyatakan, kalau Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang mengatakan bahwa tidak ada lagi USBN dan katanya US saja.
"Ada plus minus, dari sisi lain bahwa guru lebih dimudahkan tetapi di pihak lain tidak ada standar atau ukuran kemampuan rata-rata siswa," ujarnya.
Pungkas Noufi, makanya tahun ini tinggal susun soal dan kalau persiapan untuk ujian belum ada arahan secara resmi dari dinas. (ang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/humas-sma-negeri-1-manado-noufi-karamoy-tanggapi-uasbn.jpg)