Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Wabah Virus Corona

Mahasiswi Unesa di Wuhan Mengaku Persediaan Makanan Menipis, Kios yang Buka Jual Mahal

Pramesty, mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan rekan-rekannya mengatakan bahwa persediaan makanan mulai menyusut.

Editor: Alexander Pattyranie
ISTIMEWA VIA KOMPAS.COM
Pramesty Ardita Cahyani saat berfoto di China. 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Virus corona di Wuhan, China, yang merebak membuat orangtua angkat Pramesty Ardita Cahyani merasa khawatir.

Pramesty Ardita Cahyani adalah seorang mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Kini sedang berada di Kota Wuhan.

Orangtua angkatnya, Elly Riyatin (33), warga Kecamatan Brondong, Lamongan, Jawa Timur, selalu rajin menanyakan kondisi anaknya di Wuhan.

“Terakhir komunikasi, Memes (Pramesty) mengatakan baik-baik saja, begitu juga rekan-rekan mahasiswa lain yang ada dalam satu asrama.

Dia hanya bilang setelah virus itu merebak jadi sulit kemana-mana, harus tetap di asrama,” ujar Elly saat dihubungi Kompas.com, Selasa (28/1/2020).

epa08168500 Fully protected medical staff help a patient off the ambulance outside the hospital in Wuhan, Hubei province, China, 26 January 2020 (issued 27 January 2020). The virus outbreak has so far killed at least 56 people with around 2,000 infected, mostly in China.
epa08168500 Fully protected medical staff help a patient off the ambulance outside the hospital in Wuhan, Hubei province, China, 26 January 2020 (issued 27 January 2020). The virus outbreak has so far killed at least 56 people with around 2,000 infected, mostly in China. (EPA-EFE/YUAN ZHENG CHINA OUT(YUAN ZHENG) via Kompas.com)

Meski demikian, menurut Elly, Pramesty dan rekan-rekannya mengatakan bahwa persediaan makanan mulai menyusut.

"Untung saja, ada satu toko yang sudah mulai buka, seperti yang ditayangkan di televisi itu.

Jadi mereka bisa belanja,” kata Elly.

Adapun, kios tersebut berada tidak jauh dari asrama yang ditempati Pramesty bersama teman-teman mahasiswa Unesa yang

sama-sama berada di Wuhan untuk menjalani program beasiswa.

"Tapi ya itu mas, (harganya) mahal, kan baru satu-satunya yang buka. Jadi misalnya makanan itu harga biasanya Rp 60.000, bisa dijual sampai Rp 200.000,” kata Elly.

Meski harganya jauh berlipat, Pramesty dan rekan-rekannya tetap membeli.

Keperluan makanan menjadi cukup mendesak, akibat stok bahan makanan yang ada di asrama juga sudah mulai menipis.

Pramesty Ardita Cahyani atau yang akrab disapa Memes, saat berfoto di China.
Pramesty Ardita Cahyani atau yang akrab disapa Memes, saat berfoto di China.(handout)

Ingin cepat dievakuasi

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved