Wabah Virus Corona
Mahasiswi Unesa di Wuhan Mengaku Persediaan Makanan Menipis, Kios yang Buka Jual Mahal
Pramesty, mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan rekan-rekannya mengatakan bahwa persediaan makanan mulai menyusut.
TRIBUNMANADO.CO.ID – Virus corona di Wuhan, China, yang merebak membuat orangtua angkat Pramesty Ardita Cahyani merasa khawatir.
Pramesty Ardita Cahyani adalah seorang mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Kini sedang berada di Kota Wuhan.
Orangtua angkatnya, Elly Riyatin (33), warga Kecamatan Brondong, Lamongan, Jawa Timur, selalu rajin menanyakan kondisi anaknya di Wuhan.
“Terakhir komunikasi, Memes (Pramesty) mengatakan baik-baik saja, begitu juga rekan-rekan mahasiswa lain yang ada dalam satu asrama.
Dia hanya bilang setelah virus itu merebak jadi sulit kemana-mana, harus tetap di asrama,” ujar Elly saat dihubungi Kompas.com, Selasa (28/1/2020).
Meski demikian, menurut Elly, Pramesty dan rekan-rekannya mengatakan bahwa persediaan makanan mulai menyusut.
"Untung saja, ada satu toko yang sudah mulai buka, seperti yang ditayangkan di televisi itu.
Jadi mereka bisa belanja,” kata Elly.
Adapun, kios tersebut berada tidak jauh dari asrama yang ditempati Pramesty bersama teman-teman mahasiswa Unesa yang
sama-sama berada di Wuhan untuk menjalani program beasiswa.
"Tapi ya itu mas, (harganya) mahal, kan baru satu-satunya yang buka. Jadi misalnya makanan itu harga biasanya Rp 60.000, bisa dijual sampai Rp 200.000,” kata Elly.
Meski harganya jauh berlipat, Pramesty dan rekan-rekannya tetap membeli.
Keperluan makanan menjadi cukup mendesak, akibat stok bahan makanan yang ada di asrama juga sudah mulai menipis.

Pramesty Ardita Cahyani atau yang akrab disapa Memes, saat berfoto di China.
Ingin cepat dievakuasi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/mahasiswi-unesa-di-wuhan-mengaku-persediaan-makanan-menipis-kios-yang-buka-jual-mahal.jpg)