NEWS
Kunjungi Komunitas Tionghoa, Ganjar Pranowo Disambut Baik: Inilah Cara Sebenarnya Bertoleransi
Ganjar Pranowo menghadiri jamuan makan siang yang digelar Perkoempoelan Sosial Rasa Dharma atau Boen Hian Tong di Jalan Gang Pinggir Pecinan Semarang
Ibu-ibu itu menjelaskan masing-masing dari kudapan dalam Tenong itu memiliki makna.
"Di dalam ini semuanya bermakna. Jajanan manis biar hidupnya manis, kue lapis biar rizkinya berlapis, kue keranjang biar rizkinya masuk ke keranjang," kata ibu-ibu pengurus Rasa Dharma itu.
Mendengar penjelasan itu, Ganjar pun langsung nyeletuk.
"Yang jelas ini membikin kenyang. Inilah cara yang sebenarnya bertoleransi, ternyata bukan hanya Jawa atau Islam, Tionghoa juga ada kenduri, pulang membawa berkat," kata Ganjar. (*)
Gubernur Ganjar Pranowo Tempuh Jarak 8 Kilometer Dengan Sepeda Tua, Meresmikan Jalan Desa
Ganjar Pranowo meresmikan jalan antara desa Pesanggrahan hingga Ciwuni Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap, Rabu (23/10).
Ganjar Pranowo mengayuh sepeda motor di sepanjang jalan berjejer 1.089 tumpeng yang disiapkan masyarakat untuk selamatan.
Jalan dengan lebar sekitar empat meter dan panjang 8 KM tersebut sebenarnya adalah jalan kabupaten.
Menurut Ganjar jalan tersebut tahun lalu rusak parah. Bahkan dirinya sempat merasakan saat gowes melintasi empat desa di sepanjang jalan itu.
"Beberapa waktu lalu saya lewat sini jalannya lumayan, lumayan hancur. Saya masih ingat beberapa kepala desa datang Maghrib-maghrib marah-marah semua. Saya bilang, ya diusulkan tapi sabar. Dan Alhamdulillah hari ini sudah ada bentuknya," kata Ganjar.
Setelah jalan tersebut diajukan pembangunannya dan selesai dibangun, masyarakat meminta Ganjar untuk meresmikan.
Begitu datang, seperti ingin merasakan sensasi perbedaan dengan saat pertama kali gowes di jalan tersebut,
• Jelang Hasil Autopsi Lina Jubaedah, Teddy Ketakutan? Dilaporkan Kasus Pembunuhan Berencana
Ganjar mengayuh sepeda tua. Menyalami masyarakat yang berjejer di sepanjang jalan dan berdialog dengan mereka di balai desa.
"Mengejutkan. 1.089 tumpeng dibuat hanya untuk mengucapkan terimakasih. Satu pertunjukan kultural ditunjukkan. Saya melihat wajah keikhlasan, senyum-senyum ketulusan yang tadi minta salaman," katanya.
Melihat respon masyarakat, Ganjar mengatakan sebenarnya yang senang bukan hanya rakyat, tapi dirinya. Karena melihat rakyat tertawa memiliki jalan yang baik itu sebuah kebahagiaan pemimpin.