Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

PULUHAN Kambing Mati Secara Misterius, Kondisi Tubuh Tercabik-Cabik, BKSDA Pasang CCTV

Ada puluhan kambing mati mendadak. Penyebabnya belum diketahui. Hewan kambing milik warga Pacitan mati dengan kondisi tercabik-cabik.

Tangkap Layar YouTube Channel Tribun Solo Official
Kambing mati mendadak 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Puluhan kambing tiba-tiba mati mendadak. Masih misterius apa penyebab kematian kambing-kambing tersebut.

Jumlahnya ada 43 ekor kambing mati secara misterius. Kejadian ini terjadi di Jawa Timur.

Hewan kambing milik warga Pacitan mati dengan kondisi tercabik-cabik diserang hewan misterius.
Hewan kambing milik warga Pacitan mati dengan kondisi tercabik-cabik diserang hewan misterius. ((SURYA.co.id/Rahadian Bagus))

Untuk mengetahui penyebab kematian puluhan kambing tersebut, BKSDA Jatim pasang CCTV.

Pemasangan CCTV untuk mencari tahu jenis hewan buas serang 43 ekor kambing di Pacitan tersebut.

Sampai saat ini, sejumlah instansi masih menangani kasus 43 ekor kambing mati misterius di Pacitan.

Berbagai upaya dilakukan Dinas Peternakan (Disperta) Pacitan cari tahu jenis hewan mangsa 43 kambing warga di Kecamatan Kebonagung.

Selain meminta bantuan dari BPBD Pacitan, Disperta juga meminta bantuan dari BKSDA Provinsi Jatim dan juga Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

Tim Labkes Hewan di Tuban didatangkan untuk mengetahui penyebab kematian puluhan kambing milik warga Pacitan.
Tim Labkes Hewan di Tuban didatangkan untuk mengetahui penyebab kematian puluhan kambing milik warga Pacitan. ((SURYA.co.id/Rahadian Bagus))

Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan, Dinas Pertanian Pacitan, Kus Handoko mengatakan tim dari BKSDA Jatim sudah memasang CCTV di beberapa titik di Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan.

Harapannya, hewan misterius ini akan tertangkap kamera CCTV sehingga bisa diketahui jenis jewan tersebut.

"Dari BKSDA Jatim juga sudah memasang CCTV, tetapi juga belum diketahui hewan apa yang menyerang kambing warga"

"Dari Perbakin juga sudah membantu, tapi hewan apa juga belum diketahui," kata Handoko saat dihubungi, Minggu (26/1/2020) siang.

Selain meminta bantuan dari BKSDA, Disperta Pacitan juga meminta bantuan dari Tim Laboratorium Kesehatan (Labkes) Hewan di Tuban, milik Dinas Peternakan Provinsi. Pada Kamis (23/1/2020) lalu.

Tim Labkes Hewan di Tuban didatangkan untuk mengetahui apakah penyebab kematian hewan ternak ini dikarenakan virus atau apakah karena serangan hewan buas.

"Hasilnya belum keluar, karena mereka baru datang Kamis (23/1/2020) lalu. Mereka mengambil sample untuk diteliti apakah karena virus atau karena serangan hewan buas," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 43 kambing milik warga di Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, mati secara misterius.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved