Banjir Jakarta

Jadi Sorotan Dunia Internasional, Ini Penjelasan Ahli Soal Banjir Jakarta

Secara internasional, banjir yang melanda DKI Jakarta di penghujung tahun 2019 hingga awal tahun 2020, menjadi sorotan para ilmuwan.

Jadi Sorotan Dunia Internasional, Ini Penjelasan Ahli Soal Banjir Jakarta
DOKUMENTASI BNPB
Tampilan banjir Jakarta dari helikopter yang mengangkut Kepala BNPB Doni Monardo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat mereka meninjau kondisi banjir terkini pada Rabu (1/1/2020) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Secara internasional, banjir yang melanda DKI Jakarta di penghujung tahun 2019 hingga awal tahun 2020, menjadi sorotan para ilmuwan.

Banjir ini terjadi pada 31 Desember 2019, dan berlangsung hingga 1 Januari 2020 akibat curah hujan yang tinggi.

Berdasarkan rilis dari Yayasan Indonesia Cerah kepada Kompas.com, Sabtu (25/1/2020), para ilmuwan mengaitkan hubungan antara fenomena curah hujan ekstrim yang melanda Jakarta dan sekitarnya awal tahun itu dengan perubahan iklim.

Banjir Jakarta, Kamis (2/1/2020).
Banjir Jakarta, Kamis (2/1/2020). (YouTube KompasTV)

Director of the Earth System Science Center, Pennsylvania State University, Profesor Michael Mann, menyebutkan banjir yang melanda Jakarta baru-baru ini telah memecahkan rekor sebelumnya.

Hal ini menyerupai pola peristiwa curah hujan ekstrem yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Satu-satunya alasan kenapa ini terjadi, kata Micahel, karena adanya siklus hidrologi yang menjadi semakin intens akibat terjadinya pemanasan bumi yang diakibatkan oleh aktivitas manusia.

Sementara itu, ilmuwan Senior dari Bagian Analisis Iklim, Pusat Nasional Penelitian Atmosfer, Amerika Serikat, Dr Kevin E Trenberth, mengatakan perubahan iklim disebabkan oleh adanya peningkatan emisi karbon dioksida dan gas rumah kaca.

Akibat aktivitas manusia itu, akan menyebabkan sejumlah tempat, tidak terjadi hujan.

Namun, pada saat bersamaan terjadi kandungan air yang lebih tinggi di atmosfer dan jumlahnya meningkat sebesar 10 persen dibandingkan tahun 1970.

Atmosfer dapat menyimpan kandungan air lebih banyak 7 persen pada tingkat pemanasan per derajat celcius.

Halaman
12
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved