Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Terima Tawaran Erick Thohir, Yenny Wahid Beber Alasan Pilih jadi Komisaris Garuda

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menunjuk Yenny Wahid sebagai salah satu Komisaris Independen PT Garuda Indonesia Tbk

Editor: Rhendi Umar
humas BNPT
Yenny Wahid 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk Yenny Wahid sebagai salah satu Komisaris Independen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Menurut Erick, Yenny dipilih karena dianggap sosok yang bisa menjadi pelindung.

"Kalau Ibu Yenny nggak usah dipertanyakan. Dia figur wanita yang bagus. Di mana dengan adanya Bu Yenny tentu sekarang pramugari, front office perempuan, paling tidak ada yang melindungi atau ada yang bisa diajak bicara. Khususnya Bu Yenny itu backgroundnya jelas, pergerakan, dan Bu Yenny itu posisinya Komisaris Independen, wakil publik," kata Erick.

Bernama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh, Yenny Wahid, lahir di Jombang, Jawa Timur, 29 Oktober 1974. 

Selama ini ia dikenal sebagai politisi dan aktivis Islam.

Nama putri kedua Presiden Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, masuk dalam jajaran Komisaris PT Garuda Indonesia Tbk sebagai Komisaris Independen.
Nama putri kedua Presiden Abdurrahman Wahid, Yenny Wahid, masuk dalam jajaran Komisaris PT Garuda Indonesia Tbk sebagai Komisaris Independen. ((Instagram @yennywahid))

Anak kedua dari pasangan Presiden Indonesia keempat, Abdurrahman Wahid dan Sinta Nuriyah, memiliki jaringan cukup luas di level internasional.

Yenny Wahid sangat dikenal oleh tokoh-tokoh dunia yang cinta perdamaian.

Lalu apa reaksi Yenny Wahid dengan penunjukan itu? Kepada Wartakotalive.com ia mengungkapkan, "Sebetulnya kalau hanya memikirkan kepentingan diri sendiri, saya akan menolak menjadi komisaris Garuda," ungkapnya.

Rocky Gerung Sebut Jokowi Puji Sandi Untuk Gagalkan Anies: Orang Tahu Itu Permainan Ecek-eceklah

Namun karena persoalan di Garuda cukup banyak, maka Erick Thohir meminta Yenny untuk masuk menjadi komisaris.

"Ketika mas Erick meminta saya untuk ikut berkontribusi membantu memperbaiki kinerja Garuda, saya merasa terpanggil. Bagaimanapun Garuda adalah National flag carrier kita yang harus kita jaga bersama," ungkap Yenny Wahid.

"Jadi siapapun pemerintahnya, Garuda tetap ada. Karena itu Garuda harus dikelola dalam semangat non partisan yang diikat oleh kesatuan komitmen untuk memajukan Garuda menjadi icon kebanggaan bangsa," tambah Yenny Wahid.

Sementara itu, bagi Yenny Wahid terjun di dunia bisnis, bukan sesuatu hal yang baru. Wanita itu sudah cukup lama mengelola bisnis.

Setelah mendapatkan gelar master dari Universitas Harvard, Yenny kembali ke tanah air dan mendirikan yayasan Abdurrahman Wahid atau The Wahid Institute.

Selain memiliki yayasan, Yenny menjadi komisaris dan direktur di sejumlah perusahaan.

Pernah mejadi komisaris di grup Emtek yang membawahi industri hiburan dan media.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved