Banjir DKI Jakarta

Kritik Untuk Anies, Program Sudah Ada, Progres Kerja Nihil, DPRD DKI: Hasilnya Ini 'Tetap Banjir'

DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Justin Adrian Untanyana menyebut Anies kurang berkomunikasi dengan masyarakat soal progres programnya.

Kolase Foto: KOMPAS.com/NURSITA SARI/TribunJakarta.com/Bima Putra
Anies Baswedan sebut anak-anak senang mandi di luapan banjir di Jakarta 

Lebih lanjut, Justin menilai Anies Baswedan lebih mengedepankan toa ketimbang menyosialisasikan program pencegahan.

"Saya sayangkan Pak Gubernur lebih kedepankan peringatan toa-nya, dibanding untuk menyosialisasikan pengerjaan program yang bersifat pencegahan," ujarnya.

Justin mengungkapkan yang terpenting mengenai banjir di Jakarta adalah aspek pencegahan.

"Toa kan sudah peringatan, akan tetapi yang paling penting pencegahan," ungkapnya.

Lebih lanjut, Justin menyebut banjir bisa diprediksi datangnya.

Air banjir rendam jalanan di depan Universitas Atma Jaya Jakarta pada Sabtu (18/1/2020) pagi
Air banjir rendam jalanan di depan Universitas Atma Jaya Jakarta pada Sabtu (18/1/2020) pagi (Twitter/@taminotohutomo)

Penyebab banjir di Jakarta pun menurutnya sudah diketahui.

"Ini bukan gempa bumi yang tidak bisa diprediksi. Banjir kemarin awal mula terjadi karena daya resap di Jakarta rendah," ungkap Justin.

Menurutnya, tanpa air kiriman dari Bogor pun Jakarta sudah tergenang banjir.

"Bahkan Desember (2019) pun juga seperti itu kan," ujarnya.

Berujung Gugatan

Halaman
1234
Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved