Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Sains

Revolusi Bulan? Akan Berubah, Mari Mengenal Seluk-beluknya!

Saat Bulan beredar mengelilingi Bumi akan tampak perubahan bagian Bulan.

Editor: Alexander Pattyranie
Tribunnews
Gerhana Bulan Parsial di Indonesia Rabu 17 Juli 2019 - Berikut pembagian zona waktu untuk Prosesnya 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bumi punya satelitnya sendiri, yakni bulan.

Bulan adalah benda langit yang paling terang setelah Matahari.

Bulan akan tampak terang saat malam hari atau matahari tenggelam.

Bulan akan revolusi atau beredar mengelilingi Planet Bumi pada garis edarnya.

Orbit Bulan

Bulan berputar mengelilingi Bumi dalam orbit pada jarak rata-rata sekitar 384.000 kilometer atau 238.600 mil.

Dilansir Encyclopaedia Britannica (2015), Bulan yang mengelilingi Bumi berbentuk elips.

Memiliki jari-jari khatulistiwa adalah 1.738 kilometer atau 1.080 mil.

Saat Bulan beredar mengelilingi Bumi akan tampak perubahan bagian Bulan yang terkena sinar Matahari.

Sehingga kamu akan melihat bentuk Bulan yang berubah-ubah.

Perubahan itu disebut sebagai perubahan fase.

Perubahan fase tersebut membutuhkan waktu yang sedikit lama dari periode rotasinya, yakni 29,5 hari.

Dalam rentang waktu tersebut, Bulan juga akan terbit pada waktu yang berbeda setiap harinya.

Bulan akan mengelilingi Bumi dengan periode 27,3 hari.

Uniknya, periode revolusi Bulan sama dengan periodik rotasinya.

Sehingga wajah Bulan yang terlihat dari Bumi akan selalu tetap dan kami tidak akan pernah melihat wajah Bulan yang membelangkangi Bumi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved