Berita Kotamobagu
Pasca-Kebakaran Pasar Serasi Belum Beroperasi, Mencuat Wacana Penutupan
Belum beroperasinya Pasar Serasi Kotamobagu, pasca-kebakaran tahun lalu, membuat Komisi II DPRD Kota Kotamobagu melontarkan wacana untuk penutupan
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID - Belum beroperasinya Pasar Serasi Kotamobagu, pasca-kebakaran tahun lalu, membuat Komisi II DPRD Kota Kotamobagu melontarkan wacana untuk penutupan.
Alasannya, lantaran pasar tersebut tidak menghasilkan PAD.
"Ada wacana penutupan pasar Serasi, makanya kami minta untuk dikaji oleh pemerintah kota," jelas Ruslan Mokolanud Ketua Komisi II, Rabu (22/1/2020).
Wacana tersebut muncul saat rapat antara Komisi II DPRD Kotamobagu bersama eksekutif terkait pemanfaatan pasar di Kotamobagu, Selasa kemarin.
• Para PNS Pendidik Akan Gunakan Atribut Pangkat Juga, Dimulai dari Kepsek
Kajian perlu dilakukan karena pasar Serasi tidak hanya menyangkut pemindahan, tapi juga banyak stakeholder di situ, para penjual harus ke mana, bangunannya harus ke mana, pengelolaannya harus ke mana.
"Makanya butuh kajian yang lebih komprehensif," ujar dia.
Sementara itu, Sande Dodo Sekkot Kotamobagu menjelaskan, bahwa hal tersebut masih sekadar wacana.
• Ada 6.495 Tenaga Harian Lepas di Lingkungan Pemprov Sulut
"Kita masih mau kaji, dan akan dipelajari lagi," ujarnya.
Sementara itu, Kadis Dagkop UKM Herman Aray menjelaskan, bahwa itu masih sekadar masukkan, dan masih membutuhkan waktu lama, sebab harus dilakukan kajian.
"Sebab juga tidak ada kontribusi ke Pemda menyangkut PAD, juga supaya lokasi tersebut bisa lebih indah," jelasnya. (Amg)
• Ini Tanggapan BKD Sulut Mengenai Penghapusan Tenaga Honorer
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/komisi-ii-dprd-bahas-soal-pasar-bersama-pemkot-kotamobagu.jpg)