Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

NEWS

Dirut Baru Garuda Indonesia, Pengganti Ari Ashkara Ditetapkan Hari Ini, Siapakah Dia?

Selangkah lagi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan menetapkan direktur utama (dirut) dan komisaris utama (komut) baru

Tayang:
Editor: Rhendi Umar
TribunNewsmaker.com Kolase/ Tribunnews/Apfia/ Kemenpar
Ari Askhara, Garuda Indonesia 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Selangkah lagi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan menetapkan direktur utama (dirut) dan komisaris utama (komut) baru.

Penetapan tersebut akan disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa atau RUPSLB.

Mengutip informasi dari Garuda Indonesia, sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 32/POJK.04/2014 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka, masakapai pelat merah tersebut menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemanggilan untuk RUPSLB.

RUPSLB Garuda memiliki tiga agenda acara, salah satunya perubahan susunan pengurus perseroan, sehubungan dengan usulan dari Dewan Komisaris Perseroan sesuai Surat Dewan Komisaris Nomor: GARUDA/DEKOM-104/2019 tanggal 9 Desember 2019 perihal Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham.

RUPSLB Garuda juga akan membahas agenda Pengukuhan Pemberlakuan Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-08/MBU/12/2019 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang Dan Jasa Badan Usaha Milik Negara serta agenda perubahan anggaran dasar perseroan.

VIRAL, Anggota Brimob Berkelahi dengan Sejumlah Orang, Versi Kronologi Beda Antara Polisi dan Warga

Sejumlah nama digadang-gadang menjadi sosok yang mengisi posisi direktur utama dan komisaris utama baru Garuda Indonesia.

Nama mantan Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT Inti)  Irfan Setiaputra disebut-sebut akan mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Ari Ashkara tersebut.

Selain itu nama anggota dewan komisaris Garuda Indonesia sekaligus anggota Komite Ekonomi Industri Nasional yakni Dony Oskaria juga disebut-sebut sebagai sosok yang akan mendampingi Irfan Setiaputra sebagai Wakil Direktur Utama maskapai Indonesia.

Sedangkan untuk posisi komisaris utama Garuda Indonesia, nama mantan kepala Badan Ekonomi Kreatif yakni Triawan Munaf santer disebut akan mengisi posisi yang sebelumnya ditempati Sahala Lumban Gaol.

Nama lainnya yang beredar sebagai calon komisaris utama Garuda Indonesia adalah Chairal Tanjung.

Selain berpeluang mengisi posisi komisaris utama, Chairal juga disebut-sebut sebagai kandidat wakil komisaris utama maskapai pelat merah tersebut.

INFO BMKG, Peringatan Dini Cuaca 22-23 Januari 2020, Waspada Gelombang Tinggi Capai 4 Meter

Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir mencopot Direktur Utama Garuda Indonesia yakni I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara terkait skandal penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton.

Erick bersama Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia memutuskan pemberhentian direksi perusahaan penerbangan plat merah yang terkait secara langsung dan tidak langsung kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda melalui pesawat baru.

Pascapencopotan Ari Ashkara, posisi dirut diisi oleh Plt Dirut Fuad Rizal dan Garuda Indonesia mengalami masa kekosongan yang diwarnai oleh peristiwa-peristiwa.

Di antaranya, kehadiran dua kubu Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) di Kementerian BUMN untuk menyampaikan kondisi awak kabin selama kepemimpinan Ari Askhara.

Kemudian, pencegahan tindak pelecehan seksual terhadap pegawai BUMN, serta evaluasi rute penerbangan ke Eropa.

Paham manajerial dan bisnis

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membuka suara soal kritetia calon Direktur Utama Garuda Indonesia yang harus paham manajerial dan visi bisnis ke depan. 

“Sebenarnya enggak sih ya (dari latar belakang penerbangan), justru manajerial karena Garuda ini ‘kan enggak ada masalah berkaitan teknis dan pengelolaan dan lain-lain tapi mungkin akunting, bisnis yang mungkin dan jadi penting,” kata Budi Karya saat peninjauan di Bandara Dewadaru Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (11/1/2020).

Ia menambahkan untuk persoalan teknis dan operasional, difokuskan ke direktur masing-masing di mana keduanya harus mengutamakan keselamatan.

“Bagi kita direksi ada beberapa, untuk kita yang concern itu di direktur operasi dan direktur teknik," katanya. 

"Jadi, satu mandatori safety (keselamatan) jadi dia akan berkaitan dengan safety dan itu tidak bisa diganggu gugat,” tegasnya.

Budi mengaku hingga saat ini, Garuda belum mengusulkan direksi yang baru. "Kita tunggu,” katanya.

Hingga saat ini belum dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk menentukan pemimpin baru maskapai pelat merah itu.

Posisi sementara diisi oleh Direktur Keuangan Fuad Rizal yang berperan sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama setelah I Gusti Ngurah Danadiputra dicopot atas dugaan penyelundupan suku cadang Harley Davidson dan sepeda Brompton.

Chappy Hakim: Benahi Garuda tak cukup ganti manajemen

Pengamat penerbangan Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim mengingatkan upaya pembenahan di tubuh maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia tidak cukup hanya dengan mengganti manajemen.

"Coba dicek dalam 2-3 tahun terakhir sudah berapa kali ganti manajemen. Berarti, Garuda itu ada masalah serius yg harus ditangani dengan benar," katanya, di Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Hal tersebut disampaikan mantan Kepala Staf TNI AU itu usai diskusi dan peluncuran buku "Abdul Hakim, Wartawan ANTARA; Dalam Kenangan Anak Cucu" yang menceritakan sosok ayahandanya.

Chappy menegaskan akar permasalahan yang selama ini membelit harus dicari terlebih dulu, kemudian ditangani dan diselesaikan.

"Ditangani itu begini, kan dibilang merugi segala macam. Tetapi, kan ga pernah terdengar diselidiki, atau dicari penyebabnya apa sebetulnya," katanya.

Pria Ini Pernah Jatuh Cinta Wanita, Disakiti Lalu Trauma Akhirnya ke Laki-Laki, Dia Ditangkap Polisi

Kerugian bisa saja disebabkan berbagai macam, kata dia, misalnya dari ketersediaan armada yang bermacam-macam sehingga tidak efisien, rutenya, dan sebagainya.

"Dulu, jumlah macem pesawat Garuda kan cuma Airbus sama Boeing. Tetapi, 10 tahun belakangan kita lihat ada ini, ada ini. Menguntungkan enggak? Saya kan enggak tahu, mustinya dicek," katanya.

Apabila sudah ditemukan akar permasalahannya, lanjut dia, dicarikan solusi penyelesaiannya, kemudian disiapkan manajemen yang bisa menangani persoalan tersebut.

"Kalau mau membenahi Garuda, kalau dari saya, intinya sebenarnya dicek dulu, diaudit, diinvestigasi, diselidiki, apa yang menjadi penyebab garuda merugi," katanya.

KRONOLOGI, Oknum Anggota Brimob Hajar Petugas Karcis, Suara Tembakan Terdengar, Warga Ketakutan

Menurut dia, pergantian manajemen juga sudah beberapa kali dilakukan tetapi ternyata tidak lebih baik, malah menimbulkan permasalahan, termasuk kasus terakhir yang menyeret mantan Dirut Garuda Ari Ashkara.

"Intinya, ternyata dengan kejadian terakhir terbukti bahwa enggak cukup ganti manajemen untuk membenahi Garuda. Diselidiki dulu penyebabnya apa," kata Chappy.  (Antaranews)

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Hari Ini Garuda Indonesia Akan Punya Dirut Baru Pengganti Ari Ashkara, Siapakah Dia?

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved