Breaking News
Senin, 27 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

NEWS

Dirut Baru Garuda Indonesia, Pengganti Ari Ashkara Ditetapkan Hari Ini, Siapakah Dia?

Selangkah lagi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan menetapkan direktur utama (dirut) dan komisaris utama (komut) baru

Editor: Rhendi Umar
TribunNewsmaker.com Kolase/ Tribunnews/Apfia/ Kemenpar
Ari Askhara, Garuda Indonesia 

Kemudian, pencegahan tindak pelecehan seksual terhadap pegawai BUMN, serta evaluasi rute penerbangan ke Eropa.

Paham manajerial dan bisnis

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membuka suara soal kritetia calon Direktur Utama Garuda Indonesia yang harus paham manajerial dan visi bisnis ke depan. 

“Sebenarnya enggak sih ya (dari latar belakang penerbangan), justru manajerial karena Garuda ini ‘kan enggak ada masalah berkaitan teknis dan pengelolaan dan lain-lain tapi mungkin akunting, bisnis yang mungkin dan jadi penting,” kata Budi Karya saat peninjauan di Bandara Dewadaru Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (11/1/2020).

Ia menambahkan untuk persoalan teknis dan operasional, difokuskan ke direktur masing-masing di mana keduanya harus mengutamakan keselamatan.

“Bagi kita direksi ada beberapa, untuk kita yang concern itu di direktur operasi dan direktur teknik," katanya. 

"Jadi, satu mandatori safety (keselamatan) jadi dia akan berkaitan dengan safety dan itu tidak bisa diganggu gugat,” tegasnya.

Budi mengaku hingga saat ini, Garuda belum mengusulkan direksi yang baru. "Kita tunggu,” katanya.

Hingga saat ini belum dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk menentukan pemimpin baru maskapai pelat merah itu.

Posisi sementara diisi oleh Direktur Keuangan Fuad Rizal yang berperan sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama setelah I Gusti Ngurah Danadiputra dicopot atas dugaan penyelundupan suku cadang Harley Davidson dan sepeda Brompton.

Chappy Hakim: Benahi Garuda tak cukup ganti manajemen

Pengamat penerbangan Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim mengingatkan upaya pembenahan di tubuh maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia tidak cukup hanya dengan mengganti manajemen.

"Coba dicek dalam 2-3 tahun terakhir sudah berapa kali ganti manajemen. Berarti, Garuda itu ada masalah serius yg harus ditangani dengan benar," katanya, di Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Hal tersebut disampaikan mantan Kepala Staf TNI AU itu usai diskusi dan peluncuran buku "Abdul Hakim, Wartawan ANTARA; Dalam Kenangan Anak Cucu" yang menceritakan sosok ayahandanya.

Chappy menegaskan akar permasalahan yang selama ini membelit harus dicari terlebih dulu, kemudian ditangani dan diselesaikan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved