Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Video Viral

VIDEO Penampakan 2 Matahari di Langit, Pertanda Apa? Ini Penjelasan BMKG!

Dalam video penampakan dua matahari di langit Makassar pada Minggu (19/1/2020) sore itupun viral di media sosial. Fakta demi fakta pun terungkap.

Editor: Indry Panigoro
Kompas.com
Sempat viral penampakan dua matahari di langit Makassar pada Minggu (19/1/2020) sore. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Fenomena luar biasa baru saja terjadi.

Fenomena itu diabadikan dalam sebuah video dan dibagikan di media sosial.

Dalam video penampakan dua matahari di langit Makassar pada Minggu (19/1/2020) sore itupun viral di media sosial. 

Fakta demi fakta pun terungkap.

Ternyata, penampakan dua matahari itu bukan fenomena yang luar biasa. 

Penampakan dua matahari itu bisa terjadi dimana pun dan pada musim apapun. 

Berikut fakta-faktanya: 

1. Viral 

 Penampakan dua matahari ini viral setelah diabadikan oleh seorang warga BTN Berua Mitra Perdana, Daya, Makassar. 

Video ini lalu tersebar di sejumlah platform media sosial, seperti di akun instagram @makassar_iinfo. 

Dalam unggahan, akun ini menulis: 

"Fenomena alam di langit Daya Makassar, sinar matahari ada dua petang ini 19 Januari 2020.

Lokasi : BTN Berua Mitra Perdana, Daya Makassar". 

Unggahan ini pun langsung ditanggapi heboh warganet. 

2. Fenomena Optis Sundog

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Wilayah IV Makassar Re'kun Matandung menjelaskan, matahari yang terlihat ada dua atau sundong merupakan fenomena optis yang menampakkan titik-titik terang di langit.

Sundog tampak sebagai pancaran cahaya berwarna di kiri-kanan Matahari, berjarak 22 derajat dan pada jarak yang sama di atas cakrawala.

"Sundog dapat dilihat di mana pun dan saat musim apapun, namun tidak selamanya tampak bercahaya dan cemerlang serta akan tampak jelas dan cerah saat Matahari tampak rendah," jelas Re'kun yang dikonfirmasi, Senin (20/1/2020).

3. Proses terjadinya Sundog

Kata Re'kun, umumnya sundog sendiri tercipta dari kristal es piringan yang berbentuk segi enam pada awan cirrus yang tinggi dan dingin.

"Kristal-kristal tersebut berfungsi sebagai prisma, membelokkan cahaya yang melewatinya dengan defleksi minimum 22 derajat. Jika kristal-kristal tersebut terorientasi secara acak, maka lingkaran di sekeliling Matahari akan terlihat, yakni halo," sebut Re'kun.

"Apabila kristal-kristal terbenam di udara dan tertata secara vertikal, maka cahaya Matahari terbiaskan secara mendatar. Dalam kasus ini, sundog dapat terlihat," sambung Re'kun.

Seiring Matahari yang semakin meninggi, cahaya yang melewati kristal-kristal tersebut semakin dicondongkan dari bidang datar.

Sudut deviasi cahaya bertambah dan sundog semakin menjauhi Matahari.

"Sehingga selalu tampak di ketinggian yang sama dengan Matahari," tambahnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Heboh Penampakan Dua Matahari di Langit Makassar, Ini Penjelasan BMKG"

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul 3 FAKTA Penampakan 2 Matahari di Langit Makasar yang Videonya Viral, BMKG Ungkap Proses Terbentuknya, https://surabaya.tribunnews.com/2020/01/20/3-fakta-penampakan-2-matahari-di-langit-makasar-yang-videonya-viral-bmkg-ungkap-proses-terbentuknya?page=all.

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved