Suriah
Kelompok Jihadis yang Didukung Kekuatan Asing Menewaskan 4 Tentara Rusia di Provinsi Idlib Suriah
Empat orang tentara Rusia dikabarkan tewas oleh serangan kelompok jihadis di Provinsi Idlib, Suriah, tepatnya di kawasan bukit strategis Tal Museitaf
TRIBUNMANADO.CO.ID – Empat orang tentara Rusia dikabarkan tewas oleh serangan kelompok jihadis di Provinsi Idlib, Suriah, tepatnya di kawasan bukit strategis Tal Museitaf di sebelah timur Idlib.
Provinsi Idlib dipenuhi kelompok-kelompok bersenjata.
Mereka terusir dari berbagai wilayah yang direbut kembali pemerintah Suriah.
Kelompok-kelompok di Idlib sebagian besar memperoleh dukungan kuat dari Turki, Saudi, Emirat, dan kekuatan asing lainnya.
Kabar tewasnya empat tentara Rusia ini dikabarkan Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), dan dikutip Al Masdar News, Senin (20/1/2020) malam WIB.
Kematian empat tentara Rusia itu berbarengan pertempuran hebat antara elompok jihadis yang menyerang kubu pertahanan pasukan Suriah.
Pasukan Damaskus kehilangan 10 tentaranya, lima lainnya luka-luka. Versi lain yang dikutip SOHR, militer Suriah kehilangan lebih dari 30 prajuritnya dalam pertempuran sengit ini.
Sejauh ini belum ada pernyataan dan tanggapan dari pemerintah Rusia maupun Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah.
Di front Aleppo, jet-jet tempur Rusia dari Pangkalan Udara Hmeimeim, menggempur basis-basis persembunyian militant Hayat Tahrir al Sham (HTS) dan kelompok-kelompo sekutunya.
Serangan udara terjadi belasan kali, menghantam kubu-kubu pertahanan kelompok HTS, termasuk bekas pangkalan Resimen 46 Suriah yang dipakai basis kelompok militant itu.
Pasukan Suriah saat ini mengerahkan kekuatan militernya untuk menuntaskan penguasaan secara menyeluruh Provinsi Aleppo di bagian selatan dan barat.
Sisa kelompok ISIS juga bertahan, membentuk sel-sel di wilayah ini. Beberapa kali kelompok ISIS ini mencoba menyerang penduduk Aleppo, termasuk menggunakan bom mobil.
Di front tempur Latakia, pasukan pertahanan udara Rusia yang mengontrol Hmeimeim Air Base, mengaktifkan sistem penangkis serangan udara.
Mereka mendeteksi sejumlah objek terbang, diduga drone yang dilengkapi bom, dan hendak menyerang pangkalan militer mereka.
Pesawat nirawak asing itu berhasil dihancurkan sebelum mencapai sasaran. Tidak ada kerusakan atau dampak upaya penyerangan ini ke fasilitas pangkalan militer Rusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/suriah_20181003_135956.jpg)