Rabu, 22 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tokoh

Jenderal Asal Sulut yang Pernah Memimpin Pembebasan Sandera KKB Dalam Waktu Singkat

Setelah Indonesia merdeka, regenerasi putra-putra berdarah Sulawesi Utara tetap ada dan turut menjadi bagian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Editor: Rizali Posumah
YoutTube.
Letnan Jenderal TNI Johny Josephus Lumintang. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Setelah Indonesia merdeka, regenerasi putra-putra berdarah Sulawesi Utara tetap ada dan turut menjadi bagian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Banyak di antara mereka yang dianggap berjasa pada masa pemerintahan, baik Orde Lama (Orla), Orde Baru (Orba) hingga reformasi. 

Nah berikut ini ada ada salah satu Jenderal asal Sulawesi Utara yang  turut berperan dalam operasi pembebasan sandera Mapenduma Team Ekspedisi Lorenz di Irian Jaya.

Ia juga pernah memimpin langsung operasi pembebasan sandera yang ditawan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), dan berhasil dalam waktu yang singkat.

Dia adalah Letnan Jenderal TNI (Purn) Johny Josephus Lumintang.

Johny lahir Desa Noongan, Minahasa, Sulawesi Utara, 28 Juni 1947. 

Merupakan salah satu tokoh militer Indonesia yang pernah menjadi duta besar Indonesia untuk negara Filipina sejak 14 Februari 2014.

Johny menamatkan pendidikan militer di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) tahun 1970, dan masuk di kesatuan Infanteri - Baret Hijau, yakni salah satu pasukan TNI AD yang berkualifikasi Komando, yakni Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat, disingkat KOSTRAD.

Pangkat Terakhir Johny adalah Letnan Jenderal TNI. Jabatan terakhir sebagai militer aktif adalah Sekretaris Jenderal DEPHAN.

Operasi Mapenduma Team Ekspedisi Lorenz

Tim Lorentz 1996 yang disandera OPM.
Tim Lorentz 1996 yang disandera OPM. (ICRC via Majalah Intisari)

Lumintang merupakan salah satu tokoh yang turut berperan dalam operasi pembebasan sandera Mapenduma Team Ekspedisi Lorenz di Irian Jaya, lewat Operasi Rajawai.

Saat itu dirinya menjabat Kepala Staf Kodam/Kasdam VIII/Trikora (1996).

Operasi Mapenduma adalah operasi untuk membebaskan peneliti dari Ekspedisi Lorentz 95 yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) dalam peristiwa Krisis sandera Mapenduma. 

Berawal pada 8 Januari 1996, Mission Aviation Fellowship cabang Wamena melaporkan kepada Kodim Jayawijaya, Irian Jaya, bahwa sejumlah peneliti yang tergabung dalam Ekspedisi Lorentz 95 disandera oleh OPM kelompok Kelly Kwalik, di desa Mapenduma, kecamatan Tiom, Jayawijaya.

Ekspedisi itu sendiri sudah berada di Mapenduma, sekitar 160 km di barat daya Wamena, sejak tanggal 18 November 1995.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved