Rabu, 15 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Virus Antraks

Terkait Virus Antraks di Gunungkidul, Sri Sultan Minta Warga Tidak Konsumsi Hewan yang Mati Mendadak

Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta warga Gunungkidul berhati-hati ketika ada hewan ternak yang mati mendadak.

Editor: Rizali Posumah

TRIBUNMANADO.CO.ID - Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta warga Gunungkidul berhati-hati ketika ada hewan ternak yang mati mendadak.

Pasalnya, kasus antraks di Kabupaten Gunungkidul bukan bukan baru kali ini terjadi.

"Saya mohon orang Gunungkidul hati-hati lah," ujar Sri Sultan di Kepatihan, Senin (20/1/2020).

Sri Sultan juga meminta agar hewan ternak yang mati mendadak jangan lantas disembelih dan dagingnya dikonsumsi.

Sebab, bisa saja kematian mendadak hewan ternak itu karena antraks.

"Wong (hewan ternak) sehat begitu mendadak mati, kok terus dibagikan ke penduduk. Ya nek antraks yo keno kabeh (ya kalau antraks ya kena semua), jadi menyebar dan kita agak kesulitan untuk mengatasi," ucap Sri Sultan.

Menurutnya, kejadian serupa pernah terjadi di Kabupaten Gunungkidul.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat disambangi wartawan usai hadiri acara dialog kebangsaan di Universitas Islam Indonesia (UII).
Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat disambangi wartawan usai hadiri acara dialog kebangsaan di Universitas Islam Indonesia (UII). (KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)

Peristiwanya pun hampir sama, yakni ada hewan ternak mati mendadak dan dagingnya dikonsumsi warga.

"Jadi kalau ada yang mati seperti itu, ini kan sudah kedua kali, mungkin kira-kira enam, delapan bulan yang lalu juga terjadi hal yang sama," tegasnya.

Sri Sultan mengungkapkan, sebagai lalu lintas jual beli sapi, di Gunungkidul juga telah terdapat pos untuk pemeriksaan hewan ternak.

Pos ini memeriksa sapi baik yang masuk ke Yogyakarta maupun yang keluar.

Untuk itu pengawasan lalu lintas hewan ternak lebih diperketat lagi.

"Di situ ada bangunan jaga, itu harapanya seperti itu (memperketat pengawasan)," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan hasil penelitian dari Balai Besar Penelitian Veteriner (BBVET), ternak dan tanah di wilayah Dusun Ngrejek Wetan, Desa Gombang, Gunungkidul positif antraks.

Dari seluruh temuan warga yang terpapar antraks di wilayah tersebut, dugaan gejala klinis terjadi pada 87 orang.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved