Kamis, 11 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lifestyle

Bahaya Menggunakan Botol Plastik Isi Ulang, Bahan Kimia Hingga Bakteri dan Jamur

Anda mungkin terpikir untuk menggunakan kembali botol plastik bekas air minum, untuk mengurangi sampah plastik

Tayang:
Editor: Finneke Wolajan
afp
Botol plastik 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Minuman kemasan sekali pakai banyak digunakan karena sangat praktis.

Anda mungkin terpikir untuk menggunakan kembali botol plastik bekas air minum, untuk mengurangi sampah plastik.

Namun, bolehkah botol plastik bekas air minum dalam kemasan (AMDK) dipakai berulang-ulang kali?

Dilansir dari artikel VeryWellFit, 19 September 2019, yang secara medis ditelaah oleh Richard N Fogoros, MD, ada dua kekhawatiran dari memakai ulang botol plastik sekali pakai.

Bahan kimia berbahaya

Mayoritas botol sekali pakai terbuat dari polyethylene terephthalate (PET).

Sejauh ini, belum ada bukti pasti yang menunjukkan bahwa menggunakan kembali botol air berbahan PET dapat meningkatkan risiko cemaran bahan kimia berbahaya.

Sebelumnya, memang ada kekhawatiran bahwa bahan kimia bisphenol A (BPA), yang banyak digunakan dalam produk plastik agar lebih keras, dapat mencemari makanan.

Akan tetapi, kebanyakan botol plastik pada saat ini telah diformulasikan agar bebas dari BPA yang dapat mennganggu perkembangan saraf dan organ reproduksi.

Selain BPA, zat yang menimbulkan kekhawatiran adalah antimon, sebuah logam yang berpotensi karsinogenik dan biasanya digunakan dalam pembuatan plastik.

Banyak studi telah mencoba untuk mencari tahu apakah antimon mencemari air dan makanan yang disimpan dalam botol atau wadah berbahan PET.

Akan tetapi, hasil penelaahan banyak studi hanya menemukan sedikit cemaran pada air dalam botol PET yang disimpan dalam suhu ruang selama tiga tahun. Jumlahnya pun hanya 1 persen dari batas yang diperbolehkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Bahaya Bakteri dan jamur

Lantas, mengapa banyak peringatan diberikan agar Anda tidak menggunakan kembali botol plastik sekali pakai?

Jawabannya adalah bakteri dan jamur.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved