Debt Collector Diatur Kebijakan MK, Warga Tondano Ini Bersyukur

MK memutuskan perusahaan kreditur (leasing) tidak bisa menarik atau mengeksekusi obyek jaminan fidusia seperti kendaraan atau rumah secara sepihak.

Debt Collector Diatur Kebijakan MK, Warga Tondano Ini Bersyukur
andreas ruaw/tribun manado
Debt Collector Diatur Kebijakan MK, Warga Tondano Ini Bersyukur 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Leasing tak boleh lagi melakukan penarikan sepihak, dan harus melalui pengadilan.

MK memutuskan perusahaan kreditur (leasing) tidak bisa menarik atau mengeksekusi obyek jaminan fidusia seperti kendaraan atau rumah secara sepihak.

Perusahaan kreditur harus meminta permohonan eksekusi kepada pengadilan negeri terlebih dahulu.

Hal tersebut mendapat respon baik dari Clau (29) salah satu warga Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara yang kala itu pernah berurusan dengan debt collector salah satu perusahaan kreditur.

"Saya sangat bersyukur atas kebijakan MK itu, dan semoga dengan adanya kebijakan ini diharapkan para finance tidak seenaknya memperlakukan warga," katanya saat wawancarai Tribunmanado.co.id, Selasa (14/1/2020).

Clau pun menceritakan pengalamannya saat berurusan dengan debt collector yang kala itu pada tahun 2019 sekitar bulan Juni dan Juli.

"Waktu itu seorang debitur datang menghampiri saya di salah satu salon yang ada di Tondano dan langsung mengambil kunci motor yang saat itu berada di meja. Ia pun mengajak saya untuk bertemu dengan atasannya di kantor karena waktu itu saya menunggak kredit motor selama tiga bulan," pungkasnya.

Clau mengatakan, dirinya dimintai melunasi uang tunggakan selama tiga bulan tersebut, ditambah uang penarikan motor sebesar Rp 1.5 juta.

"Sebelumnya sih saya membayar tagihan selalu tepat waktu, namun berhubung suami belum gajian jadi sempat menunggak. Jadi sebelum saya membayar uang tunggakan dan uang penarikan, motor tersebut ditahan oleh finance," tandasnya.

Kini, Clau sudah melunasi tunggakan dan membayar uang penarikan sebesar Rp 4 juta.

"Padahal waktu itu saya harus menggunakan uang itu untuk membiayai orang tua saya yang sedang sakit, namun dari debitur mengatakan harus melunasi tunggakan bersama dengan uang penarikan agar motor kembali. Saya pun membayar semua tunggakan itu," urainya.

Clau mengatakan sekarang ia kurang melanjutkan cicilan motor seperti biasa dan masih harus membayar sebanyak enam kali cicilan.

Penulis: Andreas Ruauw
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved