Kamis, 11 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Keraton Agung Sejagat

VIDEO Penangkapan Raja dan Ratu Kerajaan Agung Sejagat, Istana Digeledah

Sinuhun Totok Santosa dan istrinya Dyah Gitarja yang mengaku sebagai raja dan ratu Keraton Agung Sejagat ditangkap polisi, Selasa (14/1/2020).

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
YouTube
Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah, Bayan, Kabupaten Purworejo. 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Sinuhun Totok Santosa dan istrinya Dyah Gitarja yang mengaku sebagai raja dan ratu Keraton Agung Sejagat ditangkap polisi, Selasa (14/1/2020) sekira pukul 17.00 WIB.

Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat (KAS) ini diamankan oleh pihak kepolisian saat dalam perjalanan ke markas Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Sinuhun sebelumnya akan mengajak awak media untuk berbincang-bincang.

Hal itu mengingat ramainya pemberitaan tentang kerajaan Keraton Agung Sejagat yang mengklaim mempunyai kekuasaan di seluruh dunia.

Pihak yang dapat dikonfirmasi terkait kabar penangkapan adalah Dandim 07/08 Purworejo Letkol Muchlis Gasim.

"Memang benar, raja dan isteri Keraton Agung Sejagat sudah diamankan di Polres," ujar Gasim kepada Tribunjateng.com, Selasa (14/01/2020).

Keduanya saat ini sudah dibawa ke Mapolres Purworejo untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan direncanakan akan diperiksa di Sejagat masih diamankan di Mapolres Purworejo.

Sosok Totok Santosa Hadiningrat

Pasutri Pemimpin Keraton Agung Sejagat Purworejo
Pasutri Pemimpin Keraton Agung Sejagat Purworejo (IST/Twitter via ReqNews)

Raja Kerajaan Agung Sejagat (KAS) Totok Santosa Hadiningrat kerap dipanggil Sinuhun.

Ia ternyata pernah menjadi pemimpin sebuah organisasi bernama Jogjakarta Development Committe (JOGJA-DEC).

Ia kini mengklaim dirinya sebagai pemimpin KAS atau yang mereka sebut sebagai World Empire. 

Jogjakarta Development Economic Committe (DEC) adalah organisasi yang bergerak di bidang kemasyarakatan dan kemanusiaan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Sri Utami (40) tetangga rumah yang berada dekat dengan istana kerajaan Keraton Agung Sejagat (KAS).

Sri Utami sendiri pernah menjadi anggota dan ikut dalam organisasi yang dipimpin oleh Totok Santosa tersebut.

"Sekitar tiga tahun yang lalu, awal kegiatannya seperti membantu rakyat kecil.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved