Rabu, 29 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Lifestyle

Rutin Olahraga Punya Banyak Manfaat, Termasuk Membuat Kualitas Sperma Lebih Sehat

Orang yang memiliki kelebihan berat badan dan jarang bergerak diketahui dapat menurunkan gairah seks dan meningkatkan risiko ketidaksuburan

Tayang:
Editor: Finneke Wolajan
Kolase Tribun Manado/IST/g-stockstudio
Ilustrasi pria olahraga 

Aktivitas ringan seperti jalan kaki atau pekerjaan rumah tangga memberikan poin lebih rendah untuk total MET per minggu daripada olahraga intensif seperti berlari atau bersepeda.

Secara keseluruhan, setengah dari pria dalam penelitian ini mendapat setidaknya 2.245,5 MET menit dalam seminggu.

Pria yang paling tidak aktif hanya mendapat sekitar 526,5 MET menit, sedangkan pria yang paling aktif mendapat sekitar 7.082,3 MET menit.

Jika tingkat MET yang lebih tinggi dikaitkan dengan peningkatan motilitas sperma, konsentrasi dan morfologi sperma pria tampaknya tidak terlalu terpengaruh dengan seberapa banyak olahraga yang mereka lakukan.

Jumlah waktu yang dihabiskan pria untuk aktivitas tidak bergerak, seperti bekerja di depan komputer atau menonton televisi juga tampak tidak memengaruhi parameter kualitas sperma.

Salah satu kelemahan dari penelitian ini adalah hanya mengukur tingkat aktivitas pada satu titik waktu.

Keterbatasan lainnya adalah para peneliti hanya berfokus pada pria sehat yang memenuhi syarat untuk menyumbangkan sperma.

Padahal, Muhammad Imran Omar, seorang peneliti di University of Aberdeen di Inggris yang tidak terlibat dalam penelitian ini mengatakan, beberapa penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa olahraga berlebihan dikaitkan dengan ketidaksuburan.

"Karena itu, penting dicatat bahwa olahraga sebaiknya dilakukan dalam jumlah moderat," kata Omar.

Sementara itu, Dr. Joan Khoo dari Rumah Sakit Umum Changi di Singapura menuturkan, meskipun penelitian tersebut tidak menemukan keterkaitan kurang gerak dengan kualitas sperma yang lebih rendah, duduk terlalu banyak berdampak dengan masalah kesehatan lain seperti diabetes, obesitas dan penyakit jantung.

Kondisi tersebut kemudian menurunkan kemungkinan pasangan untuk hamil.

Menurutnya, orang-orang yang ingin hamil harus tetap mencoba menambah aktivitas fisik.

“Jika pekerjaanmu kebanyakan tidak bergerak, gunakan setiap kesempatan untuk keluar dari kursi atau kendaraan, berdiri, berjalan atau naiki tangga kapan pun Anda bisa."

"Parkirkan mobil agak jauh atau turun satu halte sebelum halte yang seharusnya, dan berolahraga sebanyak mungkin saat tidak berada di tempat kerja," kata Khoo menyarankan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved