Pasangan Tewas di Kos Manado

HASIL AUTOPSI Jasad Suami Istri Tewas di Kos di Manado, Penyebab Kematian Hingga Kandungan Rosna

Polisi melakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Manado pada Minggu (12/01/2019) kemarin.

HASIL AUTOPSI Jasad Suami Istri Tewas di Kos di Manado, Penyebab Kematian Hingga Kandungan Rosna
Facebook Gung Akbar dan Facebook Rony Abdul
Polisi Beber Hasil Autopsi Jasad Suami Istri Tewas di Kos, Penyebab Kematian Hingga Kandungan Rosna 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Polresta Manado mengungkap hasil autopsi sementara jasad Gung Akbar (26) dan Rosna Sartika Kandong (27) yang ditemukan tewas mengenaskan dalam Indekos, Kelurahan Komo Luar, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulut, Sabtu (11/1/2020) sekitar pukul 16.00 Wita. 

Polisi melakukan autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Manado pada Minggu (12/01/2019) kemarin.

Kini jenazah kedua korban sudah dibawa ke kampung halamannya masing-masing. 

Foto kedua korban Pasutri yang ditemukan tewas di kamar Kos, Komo, Manado pada Sabtu (11/01/20)
Foto kedua korban Pasutri yang ditemukan tewas di kamar Kos, Komo, Manado pada Sabtu (11/01/20) (Facebook Rony)

Jenazah Gung Akbar dibawa ke warga Mamuju Utara, Sulawesi Barat sedangkan istrinya, Rosna Sartika Kandong (27), dibawa ke Girian Bawah, Kota Bitung.

Gung Akbar adalah seorang PNS sedangkan Rosna adalah manejer rumah makan. Keduanya baru nikah 9 November silam.

Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel melalui Kasat Reskrim AKP Tommy Aruan mengatakan hasil autopsi kedua korban meninggal karena luka tusukan.

 “Korban perempuan mengalami luka tuskan di leher sebelah kanan sedangkan korban kaki-laki meninggal karena luka tusukan mengarah ke jantung," ungkapnya.

Dia mengungkapkan saat olah TKP, pisau dipegang orang Gung. Namun, pihaknya masih mendalami kejadian tersebut.

"Kami belum bisa memastikan (kebenaran) seperti apa. (kasus) masih sementara dialami. tapi duga ada cekcok," katanya.

Hasil pemeriksaan CCTV tak ada hal mencurigakan yang ditemukan polisi.

Polisi belum menemukan orang lain masuk dalam kamar. "Kamar terkunci dari dalam. Analisa CCTV, tidak ada orang mencurigakan masuk dalam kos-kosan," katanya.

Pihaknya sudah memeriksa sejumlah orang termasuk dua saksi pertama menemukan jasad suami istri tersebut.

Katanya, pihaknya telah menyita 3 ponsel milik kedua korban. tapi sempat kesulitan karena ponsel tersebut terkunci.

Handphone tersebut milik kedua korban, 2 handphone milik korban pria tetapi tidak salah satunya tidak digunakan untuk berkomunikasi.

 "Kuncinya informasi terkait kasus ini itu ada di handphone, tapi handphone tersebut di lock," ujar AKP Thommy.

Saat ini ketiga handphone tersebut dibawa ke Polda Sulut untuk bantu diselidiki.

"Ketigan handphone milik korban sudah dibawa ke  Polda Sulut, jika tidak bisa juga terpaksa akan dikirim ke Mabes Polri di Jakarta," ucapnya.

Tidak Hamil

AKP Thommy Ar­uan membantah kabar bahwa ko­rban perempuan tengah hamil. Hal ini bedasarkan has­il autopsi dari RS Bh­ayangkara.

"Hasil otop­si dan pemeriksaan dokter terhadap rahim perempuan, perempuan tersebut tidak sed­ang dalam keadaan ha­mil," ujarnya.

Rahimnya masih bersih, dan tidak ditemukan ada janin di dalam rahim korban perempuan.

Terkait isu bunuh diri, AKP Thommy meminta masyarakat tidak beropini berlebihan.

"Saya juga klari­fikasi terkait kabar yang beredar bah­wa suami menghabisi istrinya dulu baru bunuh diri. Itu belum bisa kita konfirmas­i. Harapan kita, masyarakat jangan ­terlalu liar dalam menanggapi kasus ini," ujarnya.

Kronologi Penemuan

Sebelumnya, pada Sabtu (11/01/2019), Kasat Reskrim AKP Thommy Aruan mengungkapkan kronologi penemuan mayat suami istri tersebut berawas saat teman korban perempuan mendatangi kos kedua korban atas perintah bos. 

Korban seharusnya sudah mulai bekerja pada pukul 14.00 tapi belum masuk kerja hingga pukul 16.00 Wita.

Andika Otaya (19), teman kantor korban mengintip ke dalam kamar.

Dia melihat bercak darah di dinding kamar maka,bersama penjaga mendobrak pintu kamar korban.

Mereka melihat Kedua korban sudah dalam keadaan tak bernyawa dalam keadaan berlumuran darah.

AKP Thommy Aruan beserta anggota Sat Reskrim Polresta Manado masih menunggu hasil autopsi di RS Bhayangkara.

"Untuk wanita ada beberapa luka akibat senjata tajam di beberapa bagian tubuhnya.

Nanti jumlahnya kita lihat lebih jelas pada saat hasil otopsi keluar.

Kegiatan penyelidikan, akan kita rangkum akan kita analisa dan simpulkan kira-kira peristiwa yang terjadi apa dari saat ini," ujar AKP Thommy.

Melansir Kompas.com, Andika Otaya (19) warga Kelurahan Kombos Barat, menerangkan bahwa seharusnya korban Rosna masuk kerja pukul 14.00 Wita

Namun, sampai pukul 16.00 Wita, korban belum juga masuk kerja.

Kemudian, Andika disuruh atasannya untuk mengecek ke kosan korban.

"Saya menggedor pintu, namun pintu terkunci. Saya mengintip, ternyata ada bercak darah di dinding dan sempat melihat pisau. Lalu penjaga kos mendobrak pintu kos tersebut. Setelah terbuka, saya melihat keduanya telah meninggal dunia dalam posisi telentang," ujar Andika.

Penjaga Kos, Joni Anna (39) mengatakan, sekitar pukul 00.00 Wita (Pukul 12 malam), ia melihat Gung keluar untuk mengambil makanan melalui jasa pesan antar dan kemudian langsung masuk ke kamar.

"Sekitar pukul 00.30 Wita, saya melihat istrinya Rosna masuk ke dalam kamar. Setelah mereka berdua di dalam kamar, saya sudah tidak mendengar lagi ada suara atau keributan," kata Joni dilansir dari Kompas.com

Keesokan harinya, sekitar pukul 16.00 Wita, Joni didatangani teman dari pasangan suami istri tersebut dan ingin bertemu korban Rosna.

Kemudian, lelaki tersebut menggedor pintu dan mengintip dari lubang kecil.

Lelaki itu kemudian memanggil Joni dan memberitahu bahwa ada darah di tembok.

"Mendengar itu, saya mengintip juga, dan ternyata betul. Kemudian saya mengambil linggis dan membuka paksa kamar mereka. Ternyata mereka berdua telah meninggal dunia, lalu saya menghubungi kepala lingkungan dan beberapa saat kemudian petugas dari kepolisian datang," kata Joni.

Viral di Media Sosial

Dua buah foto yang memperlihatkan seorang laki-laki dan perempuan tergeletak di atas ranjang menjadi viral, Sabtu (11/01/2020) petang.

Foto tersebut dibagikan Akun facebook Rony Abdul‎ 

Rony Abdul dalam keterangan foto menyebut pembunuhan yang terjadi di Komo luar, depan rumah kopi Tikala.

Rony Abdul mengunggah foto yang memperlihatkan dua orang berlumuran darah sudah tergeletak di atas tempat tidur.

Sang wanita dalam foto yang beredar, menggunakan celana panjang baby doll berwarna merah muda.

Sedangkan pria yang ada disamping wanita itu memakai celana pendek bercorak.

Di antara dua korban ini terdapat bantal-bantal.

Di samping wanita juga terlihat ada sebuah ponsel.

Unggahan tersebut sudah mencapai 1.000 kali dibagikan dalam satu jam.

Penulis: Aldi Ponge
Editor: Aldi Ponge
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved