News
Mayjen TNI Santos Matondang Resmi Jabat Pangdam XIII Merdeka, Gantikan Mayjen TNI Tiopan Aritonang
Resmi menjabat sebagai Panglima Kodam (Pangdam) XIII/Merdeka Mayjen TNI Santos G Matondang MM M.Tr (Han) gantikan Mayjen TNI Tiopan Aritonang
Penulis: Handhika Dawangi | Editor: Handhika Dawangi
TRIBUNMANADO.CO.ID - Mayjen TNI Santos G Matondang MM M.Tr (Han) resmi menjabat sebagai Panglima Kodam (Pangdam) XIII/Merdeka, Kamis (9/1/2020).
Serah terima jabatan antara Mayjen TNI Tiopan Aritonang kepada Mayjen TNI Santos G Matondang MM MTr (Han) berlangsung di Markas Besar TNI Angkatan Darat (MABESAD) pada hari ini Kamis 9 Januari 2020.
"Serah terima jabatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Andika Perkasa," ujar Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Kav M jaelani. (*)

Mayjen TNI Tiopan Aritonang Pamitan
Sebelumnya, Pangdam XIII Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang pamitan di hadapan jajaran dan banyak prajurit di Lapangan Bank Mandiri, Kelurahan Kampung Islam, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Sulut Kamis (19/12/2019).
Mayjen Tiopan berpamitan saat menyampaikan sambutan pada Upacara Hari Ulang Tahun ke 71 Infanteri Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD).
Tiopan menyampaikan bahwa dirinya akan segera mengakhiri tugasnya sebagai Panglima Kodam XIII Merdeka dalam waktu dekat ini. Saat itu dia juga memperkenalkan siapa yang akan menggantikan dirinya yakni Mayor Jenderal TNI Santos Gunawan Matondang.
Mayor Jenderal TNI Santos Gunawan Matondang adalah mantan Kepala Staf Komando Daerah Militer XIII/Merdeka.
"Saya mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang pernah terjalin dan diberikan kepada saya baik seluruh prajurit maupun masyarakat," ujar Tiopan.
Selanjutnya Tiopan akan mengemban tugas baru sebagai Asisten Operasi Panglima TNI.
Tiopan berpesan kepada para prajurit, untuk tetap memberikan yang terbaik kepada pangdam yang baru nantinya. Tiopan juga menyampaikan permohonan maaf.
"Saya mohon maaf, apabila dalam kepemimpinan saya ada hal-hal yang kurang berkenan, baik tutur kata, pikiran, sikap dan tingkah laku saya," ujar Tiopan yang lahir pada 16 November 1963.
Tiopan juga mengatakan, sebagai manusia biasa dia tidak luput dari salah dan dosa.
"Yang terakhir saya mohon doa restu dari seluruh prajurit, maupun seluruh masyarakat untuk saya dan keluarga yang akan pindah di Jakarta untuk menjalankan tugas," ungkapnya.
Tiopan mengharapkan silaturahmi, komunikasi yang pernah ada tetap terbina dan terjalin.