Perang Iran Vs Amerika
Amerika Sengaja Bunuh Soleimani, Tuding Otak Rancang Serangan ke AS
Kegilaan Presiden Donald Trump yang memerintahkan penyerangan ke petinggi militer Iran yang berkunjung ke Irak
TRIBUNMANADO.CO.ID, WASHINGTON - Kegilaan Presiden Donald Trump yang memerintahkan penyerangan ke petinggi militer Iran yang berkunjung ke Irak mulai menuai petaka.
Herannya Trump seakan tak ada menyesal dan takut serangan ini akan memicu terjadinya perang dunia ketiga.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menegaskan situasi baik-baik saja juga mengklaim bahwa militer AS paling kuat di seluruh dunia.
Setidaknya ada dua pangkalan udara yang menampung pasukan Amerika Serikat di Irak telah dihantam lebih dari selusin rudal balistik.
• Ayah Reynhard Sinaga Akhirnya Buka Suara: Hukumannya Sesuai Dengan Kejahatannya
• Air Sumur Mendidih, Warga Dibuat Heboh, Ini Keterangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah
• Resmi Bebas dari rutan Salemba, Ridho Rhoma Grogi Sampai Tidak Bisa Tidur
Hal tersebut dikatakan oleh Departemen pertahanan AS.
Televisi pemerintah Iran mengatakan serangan itu merupakan pembalasan terhadap komandan utama negara itu, Qasem Soleimani.
Diketahui Qasem Soleimani tewas dalam serangan pesawat tak berawak di Baghdad, atas perintah Persiden AS Donald Trump.
Usai serangan terhadap Jenderal Iran, Qasem Soleimani, Amerika Serikat kirimkan 3000 pasukan tambahan ke Timur Tengah (Kolase Foto (AP dan Wikimedia))
Dikutip dari BBC.com, Pentagon mengatakan setidaknya dua pangkalan diserang, satu diantaranya di Irbil dan Al Asad.
Hingga saat ini belum jelas apakah ada korban. "Kami mengetahui laporan serangan terhadap fasilitas AS di Irak."
"Presiden telah diberi pengarahan dan memantau situasi dengan cermat dan berkonsultasi dengan tim keamanan nasionalnya," kata juru bicara Gedung Putih Stephanie Grisham dalam sebuah pernyataan.
Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif kemudian mengeluarkan pernyataan di Twitter. Ia mengklaim serangan itu adalah pertahanan diri.
Serta membantah berusaha untuk meningkatkan situasi menjadi perang.
“Iran mengambil & menyimpulkan langkah-langkah proporsional dalam pembelaan diri berdasarkan Pasal 51 dari Piagam PBB yang menargetkan basis, dimana serangan bersenjata (secara, red) pengecut (dilakukan, red) terhadap warga kita dan pejabat senior, diluncurkan." katanya
“Kami tidak mencari eskalasi atau perang, tetapi akan membela diri terhadap agresi,” lanjutnya.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mencuitkan sebuah tweet sesaat setelah itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/garda-revolusi-iran-dfdfdfd.jpg)