Kasus Jiwasraya

Penyelidikan Kasus Jiwasraya Masih Terus Belanjut, Kejagung RI Siap Panggil Mantan Menteri BUMN.

Kejaksaan Agung RI masih menyelidiki kasus Jiwasraya. Mereka mengatakan bahwa siap memanggil Mantan Menteri BUMN, Rini Soemarno jika dibutuhkan.

Penyelidikan Kasus Jiwasraya Masih Terus Belanjut, Kejagung RI Siap Panggil Mantan Menteri BUMN.
Tribunnews.com
Mantan Menteri BUMN, Rini Soemarno. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dalam kasus Jiwasraya, Kejaksaan Agung RI menyatakan adanya peluang memanggil mantan Menteri BUMN, Rini Soemarno.

"Sesuai kebutuhan penyidik. Jika nanti diperlukan maka nanti akan ditindaklanjuti," kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI, Hari Setiyono di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (7/1/2020).

Saat ini, Kejagung telah memeriksa 16 saksi dan pemeriksaan akan terus berlanjut hingga Kamis (9/1/2020).

"Pada hari ini penyidik memanggil lima orang saksi. Tetapi yang hadir empat orang saksi. Jadi total sudah sebanyak 16 saksi," kata Hari.

Hari menambahkan, pemeriksaan seluruh saksi bertujuan menggali alat bukti terkait kasus Jiwasraya.

"Harapan penyidik kita mendapatkan alat bukti dari keterangan saksi tersebut. Yang nantinya dapat memberikan gambaran atau keterangan tentang penanganan perkara ini. Jadi perkembangan lebih lanjut tentu dikaitkan dengan alat bukti yang lainnya," katanya.

Sebelumnya, Jaksa Agung ST Burhanudin membeberkan kelanjutan kasus dugaan adanya dugaan korupsi dibalik carut marutnya keuangan PT Asuransi Jiwasraya di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, Rabu (18/12/2019).

Dari hasil penyidikan sementara, Burhanuddin mengungkapkan, kerugian negara yang ditaksir asuransi Jiwasraya mencapai lebih dari Rp13,7 triliun hingga Agustus 2019.

"PT Jiwasraya sampai dengan Agustus 2019 menanggung potensi kerugian negara Rp13,7 triliun. Ini merupakan perkiraan awal dan diduga akan lebih dari itu," kata Burhanuddin di Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (18/12).

"Dari proses penyidikan itu, dia bilang, pihaknya juga mengendus adanya indikasi tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi Jiwasraya.

Halaman
123
Editor: Isvara Savitri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved