Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

NEWS

VIRAL, Korban Banjir, Nyanyi Lagu Surgamu di Atas Genteng: Hanya PadaMu Tempatku Berteduh

Medsos dihebohkan postingan sebuah video seorang pemuda bersarung dan bertelanjang dada menyanyikan lagu Band Ungu berjudul SurgaMu diatas genteng

Editor: Rhendi Umar
Twitter @Haidar_Bagir
Seorang pemuda berkain sarung dan bertelanjang dada menyanyikan lagu Band Ungu berjudul SurgaMu di atas genteng. 

4. Tersengat Listrik: 5 orang

5. Tertimbun Tanah Longsor: 12 orang

6. Dalam Pendataan: 5 orang

Berdasarkan data yang terhimpun, Kabupaten Bogor menjadi daerah dengan jumlah korban jiwa terbanyak, yaitu 16 korban jiwa.

Bahkan di Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, seorang bocah berusia lima tahun yang bernama Carli meninggal dunia dalam peristiwa ini.

Bocah berusia lima tahun itu meninggal karena terseret arus banjir.

Berikut daftar korban jiwa di Kabupaten Bogor:

1. Bagas Marsdianto (20) : terseret arus banjir

2. Asti (45) : terseret arus banjir

3. M. Hudri (24) : terseret arus banjir

4. Carli (5) :  terseret arus banjir

5. Rumsah (60) : terseret arus banjir

Melahirkan Sepasang Bayi Laki-laki dan Perempuan, Ini Arti Nama Anak Kembar Syahnaz

6. Amri (60) : terseret arus banjir

7. Cicih (10) : terseret arus banjir

8. Saroh (25) : terseret arus banjir

9. Idrus (50) : terseret arus banjir

10. Nurjen (47) : terseret arus banjir

11. Hilman (15) : terseret arus banjir

Sementara itu, lima korban jiwa lainnya masih dalam pendataan dan belum diketahui namanya.

Melalui rilis terbarunya, BNPB menyampaikan data tambahan dari jumlah korban jiwa di Kabupaten Lebak.

Berikut daftar korban jiwa di Kabupaten Lebak:

1. Robinah (35) : tertimbun tanah longsor

2. Qoyub (17) : terseret arus banjir

3. Salawi (75) : tersengat listrik

4. Sarta (40) : tersengat listrik

5. Unu (55) : tertimbun tanah longsor

6. Sarif (48) : tertimbun tanah longsor

7. Arsah (50) : tertimbun tanah longsor

8. Rizki (7) : Hilang

Lebih lanjut, BNPB merilis daftar korban jiwa di wilayah Jakarta Timur sebagai berikut:

1. M. Ali (82) : Hipotermia

2. Siti Hawa (72) : Hipotermia

3. Willi Surahman : Hipotermia

4. Sutarmi (73) : tersengat listrik

5. Agus (19) : terseret arus banjir

6. Sanusi : terseret arus banjir

7. Susanti : terseret arus banjir

Korban Jiwa di wilayah Kota Depok:

1. Amelia Susanti (27) : tertimbun tanah longsor

2. Rumsinah (68) : tertimbun tanah longsor

3. Nizam Saputra (8) : tertimbun tanah longsor

Korban Jiwa di wilayah Kota Bekasi:

1. Andika Pradita (14) : terseret arus banjir

2. Topo : tersengat listrik

3. Cahyono (41) : tersengat listrik

Berikut daftar korban jiwa yang lainnya:

1. Jakarta Pusat : Arfiqo Alif Ardana (16), terseret arus banjir

2. Jakarta Barat : Yuda Irawan (29), terseret arus banjir

6. Kota Bogor : Kusmiyati (30), tertimbun tanah longsor.

7. Kota Tangerang : Jamila (55), tersengat listrik

8. Kota Tangerang Selatan : Teguh Taufik (36), tersengat listrik

10. Kabupaten Bekasi : Iyum (35), tertimbun tanah longsor

Penanganan Banjir di 2020 Dinilai Buruk oleh Korban dan Pengungsi di Rawa Buaya

Usman dan keluarga mengungsi di Rusun Rawa Buaya Jumat (3/1/2020)
Usman dan keluarga mengungsi di Rusun Rawa Buaya Jumat (3/1/2020) (Wartakotalive.com/Desy Selviany)

Usman (64) menyayangkan penanganan banjir yang tidak sigap di tahun 2020 kali ini. Ia membandingkan penanganan banjir serupa di tahun 2007 dan 2012.

Kata Usman kali ini penanganan banjir sangat buruk..

Mulai dari evakuasi sampai pengungsian terlihat semua elemen tidak sigap dalam memberikan bantuan.

Misalnya saja saat evakuasi, ia bercerita harus mengevakuasi beberapa cucuknya menggunakan baskom.

"Semuanya sendiri, air sudah seleher waktu itu, kami inisiatif ambil baskom, cucuk saya ditaruh disitu, saya dan anak-anak berjalan di tengah banjir sambil dorong baskom," jelas Usman ditemui di Posko Pengungsian Rusun Rawa Buaya Jumat (3/1/2020).

Usman mengatakan di tahun 2007 dan 2012 ia juga pernah terjebak banjir yang sama. Namun perahu karet mengevakuasi keluarganya di RT 10 RW1 Rawa Buaya.

Sule Khawatir Lina Lebih Tersiksa, Ikhlaskan Mantan Istri Meninggal: Allah Sayang Sama Dia

Sesudah memilih mengungsi, Usman juga mengaku kecewa dengan penanganan bantuan. Pasalnya keluarganya tidak tertangani saat mengungsi di Rusun Rawa Buaya.

Mereka hanya diberikan tempat singgah dan berteduh saat rumah harus terendam banjir.

"Sampai ini tikar saja saya beli sendiri dadakan," kata Usman.

Bantuan makanan juga baru diterimanya Jumat siang saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkunjung. Selama ini ia mengaku harus keluarkan kocek sendiri untuk membeli makanan.

"Ini belum tahu kelanjutan akan terus dapat makanan atau tidak, tapi mudah-mudahan sampai pulang makanan tercukupi," kata Usman.

Selain itu Usman juga berharap tenaga kesehatan segera disediakan di Posko Pengungsian. Pasalnya beberapa anggota keluarganya yang masih balita sudah terserang batuk.

"Tadi kata Pak Anies disini sudah ada Posko Kesehatan disini, tapi gak tau dimana, mudah-mudahan nanti tenaga kesehatannya ke ruangan ini berkunjung," harap Usman.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkunjung ke Posko Pengungsian di Rusun Rawa Buaya Jumat siang.

Disana ia membagikan bantuan makanan instan sebanyak satu truk.

Selain itu, ia juga memberi tahu kalau di posko tersebut sudah ada tenaga medis dan dapur umum.

Pantauan Wartakotalive.com dapur umum sudah tersedia di salah satu tower Rusun. 

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul VIRAL Video Korban Banjir Nyanyi di Genteng Rumah, BNPB: Tingkatkan Kesiapsiagaan Masuki Musim Hujan

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved