Banjir DKI Jakarta
Perang Mulut Anies dan Pemerintah Pusat Tak Pantas Dipertotonkan, Jangan Debat di Atas Derita Rakyat
Agus Pambagio mengatakan bahwa perdebatan tersebut sangat tidak patut dipertontonkan di depan masyarakat.
Agus lantas menduga bahwa adanya ketidaksiambungan antara Anies Baswedan dan pemerintah pusat karena adanya perbedaan partai.
"iya pasti karena beda partai kan," tuturnya.
Namun terlepas dari hal itu Agus kembali menegaskan bahwa perdebatan di depan masyarakat yang tengah mengalami kesulitan sangat tidak elok.
"Lepas dari itu tidak elok kita berdebat di depan masyarakat yang sedang kesulitan," pungkasnya.
Tonton video selengkapnya:
Bencana banjir yang melanda sebagian besar wilayah Jakarta salah satunya disebabkan oleh adanya kiriman air dari daerah yang lebih tinggi.
Salah satunya adalah kiriman air yang datang dari Bogor.
Dikutip dari tayangan Breaking News Kompas TV, menyoal mengenai air kiriman dari Bogor tersebut, terdapat perbedaan pendapat antara Gubernur DKI, Anies Baswedan dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Dalam konferensi pers bersama dengan para pihak yang menangani banjir, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengkritik kebijakan Anies soal Kampung Melayu dan daerah sekitar pesisir kali Ciliwung yang terkena banjir.
Menurut Basuki, dari 33 km aliran sungai hanya 16 km yang dinormalisasi.
16 km jalur tersebut, Basuki mengatakan bebas banjir.
"Mohon maaf, Bapak Gubernur, selama penyusuran Kali Ciliwung ternyata sepanjang 33 km itu yang sudah ditangani, dinormalisasi 16 km," kata Basuki di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Rabu
"Di 16 km itu kita lihat Insya Allah aman dari luapan. Tapi yang belum dinormalisasi tergenang (air)," ujarnya.

Yang disampaikan Basuki tersebut, sisa panjang sungai sepanjang 17 km tersebut juga harus dinormalisasi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Di kesempatan yang sama, pendapat dan keterangan Menteri PUPR kemudian disanggah oleh Anies.