Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Natal Kelabu Petani Tomat, Harga Tomat Anjlok

Makanan yang dihidangkan khas pesta : Babi, ayam, bebek plus berbagai makanan ekstrem sebangsa ular piton.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Maickel Karundeng
Arthur rompis/Tribun Manado
Natal Kelabu Petani Tomat. Harga Tomat Anjlok 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Natal dan tahun baru.

Tak ada pesta di rumah Riko, warga Langowan Selatan.
Hal ini janggal. Biasanya tiap natal dan tahun baru, Riko menggelar open house. 
Pada 25 Desember dan 1 Januari.
Makanan yang dihidangkan khas pesta : Babi, ayam, bebek plus berbagai makanan ekstrem sebangsa ular piton.
Minumannya bir dan cap tikus.
Namun tahun ini hanya ada stoples kue plus beberapa minuman bersoda di meja rumahnya.
Tak ada pesta. Penyebabnya harga tomat jatuh. "Kami petani tomat merana, natal ini terasa kelabu," kata dia.
Ia membeber, harga tomat terjun bebas. 
Dari 300 ribu perkas menjadi 15 ribu perkas.
Dengan harga demikian, menjual tomat berarti buntung.
"Hitung saja bayar pemetik bisa 150 ribu perhari, itu belum ditambah dengan uang rokok, sedang harga tomat sekas hanya 15 ribu, bahkan sampai 10 ribu," kata dia.
Tino petani lainnya mengatakan, petani sampai membiarkan tomat membusuk di pohon karena harga jatuh. 
"Kesal sekali rasanya, harga tomat jatuh jelang natal," kata dia.
Tino membeber, harga tomat beberapa bulan sebelumnya masih berkisar 200 sampai 300 ribu perkas.
Dekat desember, harga terjun bebas.
"Harga turun terus hingga 15 ribu, bahkan pernah 10 ribu," kata dia.
Ia menduga anjloknya harga tomat disebabkan pemerintah memasukkan tomat dari wilayah jawa ke Sulut. (art)
 
Sumber: Tribun Manado
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved