Senin, 18 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Teror Ular

Kata Ahli Reptil LIPI Terkait Teror Ular Kobra: Telur Ular Matang, Semuanya Menetas Sempurna

Ular kobra merupakan jenis ular berbisa yang memiliki panjang 1,3-1,8 meter. Akhir-akhir ini semakin kobra bermunculan di berbagai wilayah Indonesia.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
Koleksi Tribunnews
Berkembang biaknya Ular Kobra 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ular kobra merupakan jenis ular berbisa yang memiliki panjang 1,3-1,8 meter.

Akhir-akhir ini semakin kobra bermunculan di berbagai wilayah Indonesia termasuk pemukiman warga.

Ular kobra sendiri punya kemampuan untuk menyemprotkan bisa (venom).

Kobra juga kerap disebut ular sendok karena ular ini dapat membuat tudungnya melengkung seperti sendok apabila merasa terancam.

Ahli herpetologi (reptil dan amfibi) dari Lembaga llmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Amir Hamidy, mengatakan bahwa terdapat dua jenis kobra di Indonesia yaitu kobra sumatera dan kobra jawa.

Mengapa banyak ular kobra ditemukan akhir-akhir ini?

Dalam satu kali bertelur, betina kobra jawa dapat menghasilkan 10-20 butir telur yang menetas dalam rentang waktu tiga sampai empat bulan.

Pria Ini Jual Sate Daging Kobra Harganya Rp 24 Ribu, Katanya Banyak Khasiat Untuk Pengobatan Khusus

Telur-telur tersebut diletakkan dalam lubang di tanah, atau di bawah serasah daun kering yang lembap.

“Awal musim penghujan adalah waktu menetasnya telur ular. Fenomena ini wajar, dan merupakan siklus alami,” tutur Amir beberapa waktu lalu.

Mengapa fenomena teror ular terjadi? Amir mengatakan hal ini disebabkan oleh musim panas yang berlangsung lebih lama dari biasanya.

“Musim hujan datang terlambat. Udara yang panas dan lembap menjadikan telur-telur ular sangat matang, sehingga semuanya menetas sempurna,” tuturnya kepada Kompas.com, Selasa (24/12/2019).

Sampai kapan teror ular akan berlangsung?

Amir mengatakan, ular sangat suka udara yang panas dan lembap.

“Sementara sekarang sudah masuk musim hujan. Kemungkinan hal ini (teror ular) tidak akan lama. Saya perkirakan sampai awal bulan depan,” lanjutnya.

Meski begitu, warga harus tetap waspada akan keberadaan ular kobra karena bisa melumpuhkan mangsanya dengan menggigit dan menyuntikkan bisa lewat taringnya. Bisa tersebut dapat melumpuhkan saraf dan otot mangsanya hanya dalam beberapa menit.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved