Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Peluang Para 'Srikandi' di PDI Perjuangan

Ada Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Kota Manado, Kota Tomohon, Kabupaten Minsel, Kabupaten Bolsel dan Kabupaten Boltim.

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Maickel Karundeng
Istimewa
Ketua DPC PDIP dan sekretaris Maurits Mantiri dan Aldo Ratungalo. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kiprah perempuan tidak bisa dikesampingkan dari perhelatan Politik.

Tahun 2020 mendatang bakal berlangsung pemilihan serentak Pilkada pemilihan bupati, wakil bupati, wali kota dan wakil wali kota di 7 Kota Kabupaten se Provinsi Sulut.

Ada Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Kota Manado, Kota Tomohon, Kabupaten Minsel, Kabupaten Bolsel dan Kabupaten Boltim.

Serta pemilihan Gubernur dan wakil gubernur provinsi Sulut.

Nah, sejumlah figur dari berbagai latar belakang sudah mengambil dan mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon.

Di PDI Perjuangan khususnya untuk bakal calon perempuan, seperti Cindy Wurangian ketua DPD II Partai Golkar Bitung dan Victorine Lengkong mantan Birokrat.

Terkait figur perempuan ini PDI Perjuangan Kota Bitung sangat senang dan berharap mereka akan bersama-sama PDI Perjuangan memenangkan pertarungan Pilkada 2020 nanti.

"Intinya penilaian sesuai mekanisme. Tentunya dengan hasil akhir survei karena dasar penentuan calon di PDIP adalah survey dan surat keputusan penetapan ditanda tangani DPP," kata Ir Maurits Mantiri MM ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bitung kepada Tribunmanado.co.id, Kamis (19/12/2019).

Lanjut pria yang menjabat wakil walikota Bitung, siapa yang akan dipilih akan di lihat pada pentepan akhir Desember atau awal Januari.

Akan keluar surat keputusan (SK) pasangan calon walikota dan wakil walikota Bitung.

Mantiri sendiri sudah digaungkan PDI Perjuangan sebagai calon tunggal wali kota, tinggal menanti pendampingnya untuk tarung melawan calon lainnya seperti Max J Lomban ketua DPW Nasdem Sulut juga Wali kota Bitung.

Max dan Maurits dalam Pilkada 2015 lalu diusung oleh PDIP dan Nasdem.

Keduanya populer dengan sebutan MaMa akronim dari nama depan Max dan Maurits.

Terkait peluang para perempuan untuk mendampingi sebagai calon wakil walikota, Mantiri mengatakan ikuti mekanisme dari partai.

Dia jelaskan ada beberapa persyaratan dalam formulir tersebut, seperti yang ditekankan wakil ketua DPD PDIP Sulut Steven Kandouw tidak ada mahar.

"Intinya tidak ada mahar jangan berpikir ada mahar," tandasnya.

Aldo N Ratungalo sekretaris DPC PDIP Bitung, ketua DPRD Bitung yang juga personil tim penjaringan menjelaskan dari hasil rapat partai DPC PDIP Bitung diperoleh informasi ini.

"Menyangkut pasangan calon, secepatnya akan di putuskan pada Januari 2020 atau akhir Desember 2019," tutur Aldo.

Pihaknya menyerahkan sepenuhnya terhadap mekanisme partai, dalam tahap dan proses penentuan figur yang akan mendampingi sang jagoan untuk tarung di Pilkada 2020.

Dalam menentukan para figur tersebut, ada satu tahap yang harus dilakukan yaitu fit and proper test yang jadwalnya akan diputuskan dalam rapat DPD PDIP.(crz)

 Dewan Pengawas KPK Dilantik, Jokowi Diingkatkan Soal Janji Perkuat Komisi Anti Rasuah

 RESEP Kue Cornflake Kenari, Cocok Jadi Camilan Saat Natal, Ini Bahan dan Cara Pembuatan

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved