Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Religi

Maya Rumantir Gelar Ibadah Menyambut Natal di DPD RI Sulawesi Utara

Yang hadir dalam acara ini adalah, semua relawan Maya dari berbagai daerah di Sulawesi Utara.

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUN MANADO/FISTEL MUKUAN
Maya Rumantir Gelar Ibadah Menyambut Natal di DPD RI Sulawesi Utara 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ibadah menyambut natal, dan ucapan syukur atas selesainya pertarungan dan sudah dilantik Maya Rumantir selaku anggota DPD RI/Senator RI digelar, Senin (16/12/2019) malam.

Kegiatan ini dilaksanakan di kantor DPD RI Sulawesi Utara (Sulut), di jalan TNI, Tikala, Manado, Sulawesi Utara.

Yang hadir dalam acara ini adalah, semua relawan Maya dari berbagai daerah di Sulawesi Utara.

Atas dukungan relawan ini, Maya bisa terpilih sebagai utusan dari Sulawesi Utara.

Sebagaimana janjinya, kepada seluruh relawan dalam ibadah ini akan memberikan mereka piagam penghargaan.

Maya mengatakan, kemenangannya tanpa money politics atau tanpa uang.

"Kita memang melakukan pemilihan bersih, saya mau memberikan pelajaran bagi Sulut bahwa tanpa money politik bisa menang," kata Maya yang masyarakat Sulut lebih kenal sebagai penyanyi lagu rohani.

Lanjutnya, yang terpenting kita punya rekam jejak yang baik, prestasi, dan visi yang berasal dari Tuhan karena pemimpin harus punya visi.

Maya mengaku terpilihnya dirinya, semua karena kerja keras relawan, sehingga saya bisa menang bekerja dengan tim.

Adapun yang dilakukan Maya, untuk mendapatkan relawan yang tanpa money politik.

"Saya lebih banyak melakukan apa yang Tuhan perintahkan, yaitu menabur firman-Nya, melakukan kasih, melayani sesama, dan misi-misi kemanusiaan serta perdamaian," tambahnya dengan semangat.

Ia juga katakan kita hidup di berbagai suku, latar belakang dan agama, tetapi semua perbedaan jika kita menghargai Tuhan kita menghargai perbedaan itu.

Tema dalam ibadah natal ini adalah, "Mari jadikan natal sebagai momentum perubahan hidup"

Bagi Maya, maknanya adalah ia rindu di Sulut, menjelang tahun 2020 bukan hanya menjadi tahun baru tapi harus hidup baru.

Tahun yang baru, memiliki hati yang baru cara berpikir yang baru, apalagi akan masuk kanca politik.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved