Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Liga Italia

Kampanye Antirasisme di Liga Italia Serie A Dapat Kecaman, Penyebabnya Ada Gambar Monyet

kompetisi tertinggi di Italia, Serie A, meluncurkan kampanye terbaru untuk memerangi kasus rasial yang belakangan ini marak terjadi

Tayang:
Editor: David_Kusuma
FOXSPORT
Mario Balotelli 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masalah rasisme di dunia olahraga khususnya sepakbola terus diperangi bersama.

Pemain-pemain berkulit legam sering kali menjadi korban rasisme dari suporter

Namun, kampanye antirasisme yang dilakukan oleh Serie A mendapat kecaman luas di dunia maya.

Baru-baru ini, kompetisi tertinggi di Italia, Serie A, meluncurkan kampanye terbaru untuk memerangi kasus rasial yang belakangan ini marak terjadi.

Dihujat di Manchester United, Chris Smalling Buktikan Dirinya Bek Level Dewa di Liga Italia

Mereka menunjukkan tiga gambar karya seniman Italia bernama Simone Fugazzotto.

Dalam karyanya itu, Fugazzotto menggambarkan tiga gambar monyet yang dinilai mewakili bangsa di dunia.

"Saya mencoba menunjukkan bahwa kita semua adalah makhluk yang kompleks dan menarik. Kita bisa berasal dari Katolik, Muslim, atau Buddha. Tetapi, yang menentukan siapa kita bukanlah warna kulit," ujar Fugazzotto.

"Saya menggambar monyet hanya sebagai metafora bagi manusia. Kami mengubah konsep kembali pada rasisme, karena kita semua pada dasarnya adalah monyet, jadi saya melukis monyet Barat, Asia, dan monyet hitam," Fugazzotto menambahkan.

Namun, "niat baik" Serie A dan Fugazzotto itu justru mendapat kecaman dari berbagai kalangan.

Salah satunya datang dari klub ibu kota Italia, AS Roma.

Gibran Maju Pilwako Solo, Pengamat Politik Ini Ungkap Ketidaksetujuan, Ungkit Kampanye Jokowi

Dalam akun Twitter-nya, AS Roma, mengaku terkejut dengan penggunaan "monyet" sebagai medium kampanye antirasisme.

"AS Roma sangat terkejut melihat apa yang digambarkan dalam kampanye antirasis Serie A, yang menampilkan monyet-monyet di media sosial hari ini," tulis AS Roma, seperti dilansir dari laman Football Italia, Selasa (17/12/2019).

"Kami mengerti jika pihak liga ingin menghentikan rasisme, namun ini bukanlah cara yang tepat," lanjut pernyataan AS Roma.

Kecaman lebih keras datang dari agen Romelu Lukaku, Michael Yormark.

Saat Kelelahan Manny Pacquaio Minum Jamu Indonesia, Gencar Kampanyekan Manfaat Jamu Tradisional

Yormark menilai bahwa Serie A justru memperburuk keadaan dengan membuat visual yang seharusnya tidak ditampilkan.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved