Kamis, 11 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Istri Gubernur Sumbar Ancam 'Tembak Mati' Andre: Begini Ceritanya

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, mendapat ’ancaman’ tembak mati dari istri Gubernur Sumatera Barat

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
kompas.com
Istri Gubernur Sumbar, Nevi Zuairina 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, mendapat ’ancaman’ tembak mati dari istri Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Nevi Zuairina, terkait rencana Fraksi Gerindra DPRD Sumbar menggunakan hak interpelasi kepada Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, yang kerap bertandang ke luar negeri.

INFO GEMPA Terkini, Terjadi Malam Ini Minggu 15 Desember 2019, Ini Lokasi dan Kekuatan

Andre yang baru beberapa hari menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar menggantikan Nasrul Abit, diketahui merupakan inisiator hak interpelasi itu.

”Mendagri Pak Tito Karnavian harus menginvestigasi perjalanan luar negeri Gubernur Sumbar, karena sering sekali. Hampir setiap bulan dia ke luar negeri, bahkan ada yang sebulan dua kali,” kata Andre kepada wartawan, Sabtu (14/12).

Saking seringnya, kata Andre, Gubernur Sumbar layak menerima rekor Muri sebagai kepala daerah tingkat I yang paling sering ke luar negeri. Andre mengungkit kehebohan yang terjadi saat kepala daerah lain bepergian ke luar negeri, padahal tak sesering Irwan.

”Mas Anies (Gubernur DKI Jakarta, red) dalam periode kepemimpinannya baru berapa kali ke luar negeri aja orang heboh. Kang Emil, Gubernur Jawa Barat, fotonya beredar di luar negeri aja orang heboh. Ini Gubernur (Sumatera Barat) hampir tiap bulan (ke luar negeri). Kalau ada rekor Muri, mungkin dia bisa dikasih rekor Muri tuh, 'Gubernur tersering keluar negeri'," sindir Andre.

Polemik ini kemudian meluas di tengah masyarakat Sumbar. Bahkan Nevi Zuairina, istri Gubernur yang kini sama-sama menjadi anggota DPR RI dengan Andre turut berkomentar pedas atas rencana tersebut dalam sebuah grup WhatsApp. Selain ’mengancam’ menembak mati Andre, Nevi juga meminta admin mengeluarkan Andre Rosiade dari grup tersebut.

Malangnya, tangkapan layar percakapan Nevi di grup WhatsApp bernama ”TF Politik Hukum Hankam” itu kemudian tersebar luas di tengah masyarakat.

AKBP Andi Nurwandi Jatuh dari Ketinggian 50 Meter saat Panjat Tebing di Gunung Parang

”Maunya apa sich andre itu laporan pak guspardi gaus krn datang tidak dilayani pemda sdg sibuk jangan ikut ikut kalau nggak ngerti masalah kelakuan andre ini buat jelek nama gerindra di sumbar kalau ada yang tembak mati andre di sumbar ibu nggak mau tanggung jawab banyak pendukung bapak di sumbar kasihan keluarga kalau andre kelakuan spt LSM begini. Padahal ang dewan terhormat,” demikian tulis Nevi di grup WhatshApp TF Politik Hukum Hankam tersebut.

Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade
Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade (Tribunnews.com/Chaerul Umam)

Hingga kemarin Nevi belum bisa dikonfirmasi mengenai kebenaran tangkapan layar percakapan grup WA yang beredar di masyarakat tersebut. Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu tidak merespons saat dihubungi via WhatsApp.

Sementara Andre yang merupakan rekan kerja Nevi di Komisi VI DPR RI mengaku tidak ada persoalan antara dirinya dengan istri orang nomor satu di Sumatera Barat itu. Menurut Andre, wacana hak interpelasi pada Irwan Prayitno murni karena dirinya menjalankan amanah rakyat.

”Jika ada yang mengancam dan ingin menembak mati saya di Sumbar, silakan saja. Semua penilaian saya serahkan pada masyarakat. Yang jelas saya hanya menjawab aspirasi dan keresahan rakyat,” kata Andre saat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (15/12).

Andre juga tidak mau merespon tanggapan emosional dari istri Gubernur Sumbar tersebut. Menurutnya, itu menjadi urusan dan hak Nevi untuk berkomentar. ”Saya hanya mencoba menyampaikan keresahan rakyat, itu saja.

Tiba-tiba ada respon emosional dari istri bapak gubernur, namun saya tidak menanggapi karena itu urusan beliau. Ini murni hanya menyampaikan dan menyalurkan aspirasi masyarakat, dan kalau ada orang yang mengancam menembak saya maka saya serahkan masyarakat yang menilai,” katanya.

Adapun Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) meminta Nevi mengklarifikasi pernyataan 'tembak mati' yang ditujukan kepada Andre. ”Ya tentu silakan diberikan klarifikasi sehingga tidak ada hal-hal yang membuat masyarakat merasa tidak nyaman dengan pernyataan itu.

Tapi kalau misalnya ada pernyataan, itu kan pernyataan yang emosional dan tidak pada tempatnya dan tidak ada maknanya. Itu hanya ungkapan emosional saja. Itu yang harus dijaga,” kata Wakil Ketua MKD Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Minggu (15/12).

Saleh mengatakan, sesama anggota DPR harus saling menghormati dan menjaga tata krama serta etika dalam berbicara. Menurutnya, tak seharusnya Nevi mengeluarkan pernyataan yang emosional. ”Tentu kita harus saling menghormati di DPR.

Sesama anggota DPR memang harus menjaga tata krama dan etika berbicara sehingga tidak menyakiti seseorang atas pernyataan yang disampaikan. Kedua, kita menyayangkan jika ada ungkapan-ungkapan yang disampaikan berlebihan terkait dengan tanggapan suatu masalah," katanya.

Lagi pula, menurut Saleh, apa yang disampaikan Andre terkait kinerja Irwan masih dalam konteks menjalankan tugas sebagai anggota DPR. "Kalau menurut saya, sebetulnya apa yang disampaikan Andre itu masih dalam konteks tugasnya, tugas pengawasan pejabat publik dalam hal ini anggota DPR. Jangankan anggota DPR, masyarakat pun boleh menyampaikan jika dirasa ada yang salah," ujarnya.

ICA Tomohon Persiapkan Perayaan Natal Chef se-Sulut

Sebagai Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno diketahui memang pernah mendapat peringatan dari Kemendagri akibat kunjungan kerjanya ke luar negeri pada November 2019, lewat surat bernomor 093/6518/OTDA. Namun saat ini, sebulan setelah peringatan itu, Irwan kembali kunker ke luar negeri memenuhi undangan UNESCO ke Kolombia.

Kabiro Humas Pemprov Sumbar Jasman Rizal menegaskan kunjungan luar negeri Gubernur Irwan sesuai dengan aturan dan telah ada izin resmi. Untuk kunker ke Kolombia, kata dia, Irwan memenuhi undangan dari pihak pengundang. ”Beliau ke LN bukan atas keinginan sendiri, tetapi karena ada undangan resminya,” ujar Jasman, kemarin.

Sementara soal interpelasi yang diinisiasi Gerindra, dia mengatakan Pemprov Sumbar siap menjawab. Dia menegaskan manuver Gerindra itu tak perlu dikhawatirkan. ”Interpelasi kan haknya Dewan dan ada regulasinya. Saya rasa nggak masalah dan kami siap juga menjawabnya,” tutur Jasman. (tribun network/dod/dtk/kps)

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved