Jumat, 10 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

Ari Askhara Peduli Karyawan Hingga Kinerja Menjadi Apik, Namun Bukan Saat Dirut Garuda Indonesia

Sisi lain dari Ari Askhara. "Kami juga mendorong SDM untuk produktif dengan bantuan teknologi dan membuat SDM lebih bahagia," kata Ari saat itu.

Kolase TribunNewsmaker - Tribunnews/Apfia dan Kontan
Ari Askhara, Dirut Garuda yang dipecat karena beli moge Harley Davidson selundupan. - 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ada sisi lain dari Ari Askhara. Pasca dipecat dari Direktur Utama Garuda Indonesia, banyak hal yang diungkap orang terdekatnya. Hingga kini dirinya dikenal dengan berbagai kebijakan yang kontroversial banyak karyawan yang mengaku hal itu memberatkan. Namun ada hal lain ternyata dilakukannya. 

Dia dipecat oleh Erick Thohir lantaran tersandung kasus dugaan penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton.

Namun di balik kontroversialnya sosok Ari Askhara, ada sisi lainnya yang bisa dikulik.

Ari Askhara ternyata sempat memiliki perhatian khusus pada kebahagiaan karyawan di lingkungan kerja.

Namun kebijakan tersebut berlaku ketika Ari Askhara menjabat di PT Pelindo III.

Sebelum menjabat sebagai Dirut Garuda Indonesia, Ari Askhara sempat memimpin PT Pelindo III.

Mengutip pemberitaan Harian Kompas, 14 Mei 2018, Ari bercita-cita menjadi pimpinan yang bisa mengubah lingkungan kerja lebih dinamis, humanis, efisien, dan tak ketinggalan zaman dalam memanfaatkan teknologi.

Hal itu dilakukannya saat menjadi orang nomor satu di PT Pelindo III.

Di tangannya, BUMN pelabuhan ini juga memiliki kinerja yang apik.

Kata dia, rumusnya sederhana, kinerja perusahaan berbanding lurus dengan kebahagiaan karyawan.

Perusahaan itu membukukan laba bersih (sebelum audit) sebesar Rp 2,013 triliun pada 2017 atau melonjak 41 persen dibandingkan dengan laba bersih 2016.

Pencapaian ini melampaui target yang sebesar Rp 1,65 triliun.

Berbekal pengalamannya di sejumlah perusahaan BUMN, antara lain PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk serta bank swasta asing, Ari menyadari bahwa aset terpenting perusahaan adalah sumber daya manusia (SDM).

Jika SDM produktif, kinerja perusahaan akan melonjak.

"Kami juga mendorong SDM untuk produktif dengan bantuan teknologi dan membuat SDM lebih bahagia," kata Ari saat itu.

Sumber: TribunNewsmaker
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved