Rabu, 6 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Religi

Pastor Yong Rayakan 40 Tahun Hidup Membiara, Beri dengan Cuma-cuma

Pastor Johanis Ohoitimur MSC merayakan 40 tahun hidup membiara dalam di kapel Skolastikat MSC, Sabtu (07/12/2019) dari sore sampai malam hari.

Tayang:
Penulis: | Editor: Alexander Pattyranie
TRIBUN MANADO/DAVID MANEWUS
Pastor Yong Rayakan 40 Tahun Hidup Membiara, Beri dengan Cuma-cuma 

Menurutnya, ia dan dua teman hanya manusia biasa.

Tapi Tuhan mau memakai mereka sebagai penyalur kasih-Nya.

Mereka bersyukur menjadi imam dalam tarekat MSC yang punya misi besar, yaitu mewartakan kasih tanpa memandang batasan suku, bangsa dan agama.

Mereka hanya berusaha hidup sebaik mungkin dan melakukan apa yang semestinya dilakukan.

Akhir tahun 1978, mereka delapan orang lulusan tahun kedua filsafat di Seminari Pineleng berangkat ke Jawa Tengah untuk menjalankan masa kanonik Novisiat MSC.

Enam bulan di Karanganyar, mereka kemudian pindah ke Propinsialat MSC Jakarta.

Waktu berkaul tanggal 7 Desember 1979 (satu hari menjelang HUT 125 tahun tarekat MSC) mereka delapan orang mengikrarkan kaul pertama.

Seratus hari sesudah kaul pertama, temannya Michael Eddy Setiyanto asal Muntilan meninggal karena sakit meningitis.

Dua orang meninggalkan imamat (satu masih hidup, satu sudah meninggal), dua meninggal dunia sebagai imam (Yohanes Sumarsono dan Arcadius Setitit).

Mereka tinggal bertiga yaitu Pastor Yong sendiri, Pastor John Renmeuw dan Pastor Andreas Gunawan.

Sebenarnya sebelum ke Pineleng tahun 1976, Pastor Yong ingin masuk Serikat Yesus ( SJ), karena ia dekat dan mengagumi guru fisikanya di SMA Sanata Karya Langgur, yaitu seorang frater Yesuit. Akan tetapi almarhum Mgr Joseph Tethool MSC menganjurkannya untuk ke Pineleng saja dulu.

Di Pineleng ketika memilih, sesungguhnya Pastor Yong ingin masuk Diosesan Ambon.

Tapi, waktu itu Diosesan Amboina, belum sangat berkembang, hanya tiga frater.

Maka ia memutuskan masuk MSC dengan satu alasan pokok. Ia membutuhkan hidup berkomunitas. Hidup berkomunitas baginya adalah tarekat yang konkret.

Ia mengatakan dari 40 tahun menjadi seorang MSC, ia lima tahun frater (mahasiswa calon imam) di skolastikat.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved