Kamis, 16 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

NEWS

Prabowo Berpeluang Dipecat dari Menteri Pertahanan, Jokowi: Tidak Serius bisa Saya Copot

Posisi menteri dari Kabinet Jokowi-Maruf berpeluang digeser atau dipecat jika tidak melakukan perintah yang sudah ditetapkan

Editor: Rhendi Umar
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Joko Widodo saat pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto mendapat ucapan selamat dari Presiden RI. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Posisi menteri dari Kabinet Jokowi-Maruf berpeluang digeser atau dipecat jika tidak melakukan perintah yang sudah ditetapkan.

Juru Bicara (Jubir) Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rachman beberkan soal posisi menteri yang bisa dipecat.

Hal itu dikatakan Fadjroel Rachman bahwa menteri di Kabinet Indonesia Maju akan segera dipecat jika tak serius bekerja.

Menurut Fadjroel Rachman, Jokowi tak akan tebang pilih dalam memberikan sanksi terhadap menteri yang tak serius bekerja.

Ancaman Jokowi itu ditujukan untuk semua menteri, termasuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Melalui tayangan Mata Najwa, Rabu (20/11/2019), Fadjroel Rachman menjamin ancaman Jokowi itu akan benar-benar diterapkan.

"Pak Jokowi mengatakan yang ada hanya lah visi misi presiden, tidak ada visi misi menteri," terang Fadjroel Rachman.

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto (KOMPAS.COM/ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

SEJARAH Perjalanan Karir Victorine Lengkong, Mantan PNS Cantik yang Bacalon Wali Kota Bitung

Lantas, Fadjroel Rachman menyebut ancaman itu disampaikan Jokowi kepada para menteri di hari pertama setelah pelantikan kabinet.

"Kedua, di hari pertama ketika pelantikan menteri, tegas. Ada tujuh perintah yang paling harus saya nyatakan adalah beliau katakan semuanya harus serius dalam bekerja," ucap Fadjroel Rachman.

"Saya pastikan yang tidak bersungguh-sungguh, tidak serius bisa saya copot di tengah jalan," kata dia menirukan ucapan Jokowi kala itu.

Lebih lanjut, Fadjroel Rachman mengungkapkan bahwa Jokowi tak main-main dengan ancaman tersebut.

"Itu artinya beliau serius untuk mengatakan apabila memang tidak cocok di tengah jalan maka akan segera juga akan mendapatkan," kata Fadjroel Rachman.

Pernyataan Fadjroel Rachman itu lantas ditanggapi oleh Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI), Djayadi Hanan.

"Boleh saya tanya enggak? Bagaimana kalau Pak Prabowo dianggap enggak serius? Akan dipecat juga?," tanya Djayadi Hanan.

"Sangat mungkin," jawab Fadjroel Rachman.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved