Munas Golkar

Airlangga Pakai Luhut Tundukkan Bamsoet di Kantor Kemaritiman, Begini Kritikan Wapres Ma'aruf

Pertarungan calon Ketua Umum Partai Golkar sebenarnya sudah usai saat Luhut Binsar Pandjaitan bersama para senior berpengaruh Golkar

Airlangga Pakai Luhut Tundukkan Bamsoet di Kantor Kemaritiman, Begini Kritikan Wapres Ma'aruf
Kompas.com
Luhut Panjaitan, senior berpengaruh Partai Golkar 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pertarungan calon Ketua Umum Partai Golkar sebenarnya sudah usai saat Luhut Binsar Pandjaitan bersama para senior berpengaruh Golkar bertemu dengan Bambang Soesatyo di Kantor tempat kerjanya LBP sapaan akrab politisi senior Golkar ini.

Kabarnya saat itu sudah terjadi kesepakatan, di antaranya Bambang Soesatyo (Bamsoet) akan menempati Wakil Ketua Umum Partai Golkar, kemudian seluruh 'pengikut' Bamsoet akan diakomodir di dalam kepengurusan partai maupun di dalam lembaga pemerintahan yang menjadi 'jatah' Golkar.

Wapres Maruf Amin dan Wury Estu Handayani
Wapres Maruf Amin dan Wury Estu Handayani (TribunNewsmaker.com / Instagram Wury Estu Handayani)

Satu di antara kader Golkar yang akan masuk pengurus inti Partai Golkar adalah Dr Jerry Sambuaga yang saat ini menjabat Wakil Menteri Perdagangan. Anak politisi senior Golkar yakni, Theo Sambuaga ini akan memperkuat struktur kepengurusan Airlangga Hartarto.

Sementara itu Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengkritik penggunaan kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaaritiman dan Investasi oleh Menteri Luhut Binsar Pandjaitan untuk urusan partai politik.

Ma'ruf Amin menilai, pertemuan Luhut dengan kader partai Golkar di kantornya kurang tepat.

"Ya sebenarnya kalau untuk kepentingan partai tentu ya tidak boleh menggunakan kantor pemerintah," kata dia di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019).

Meski demikian, Ketua MUI non aktif ini enggan menegur Luhut dan menyerahkannya kepada Presiden Jokowi.

"Ya nanti presiden saja yang menegur," tuturnya

Maruf Amin juga membantah tudingan adanya campur tangan pemerintah dalam urusan Partai Golkar.

"Ya itu kan pemerintah tidak melakukan intervensi. Jadi kalau masalah partai ya diserahkan kepada partai. Bagaimana mereka menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. Pak Luhut itu mungkin sebagai orang Golkar, jadi penyelesaiannya dari internal masing-masing partai politik," jelasnya.

Halaman
123
Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved