Berita Bisnis

Soal Penerapan QRIS dan Transaksi Non Tunai, Begini Respons Pelaku Usaha

Penerapan QR Code Indonesian Standart (QRIS) efektif berlalu pada 1 Januari 2020.

Soal Penerapan QRIS dan Transaksi Non Tunai, Begini Respons Pelaku Usaha
TRIBUN MANADO/FERNANDO LUMOWA
Merchant Gathering Peningkatan Akseptasi Transaksi Non Tunai oleh Kantor Perwakilan BI Sulut, Rabu (04/12/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penerapan QR Code Indonesian Standart (QRIS) efektif berlalu pada 1 Januari 2020.

QRIS bertujuan mengintegrasikan semua sistem pembayaran non tunai dalam negeri maupun asing.

Kebijakan yang bertujuan melakukan efisiensi ini mendapat respons positif pelaku usaha.

Robert Nayoan, Sekretaris Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Sulut mengatakan, penerapan QRIS akan membantu pelaku usaha.

"Konsepnya sangat bagus tapi kita perlu penyesuaian," kata Nayoan dalam Merchant Gathering Peningkatan Akseptasi Transaksi Non Tunai di kantor BI Sulut, Rabu (04/12/2019).

Katanya, untuk ritel sebenarnya telah lama memulai sistem pembayaran non tunai. Meskipun belum terintegrasi sebagaimana QRIS.

"Hanya saja kita perlu bertahap. Mengingat, masyarakat kita belum sepenuhnya paham dan mau melakukannya. Bahkan ada yang belum bisa akses atau terbiasa," ujarnya.

Hal senada dinyatakan Servie Kilis, pelaku UMKM.

Penerapan QRIS akan memberi efisiensi bagi pelaku usaha sepertinya.

"Kita tak perlu tunai, bayar tinggal scan dan pengadministrasiannya mudah," kata pemilik produk Cakalang Fufu Manado (CaFuMa) ini.

Halaman
12
Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved