Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

RHK GMIM Rabu 4 Desember 2019

RENUNGAN HARIAN KELUARGA - Dikeroyok

KEHIDUPAN umat Israel sungguh tragis. Padahal mereka umat pilihan Allah. Mereka kesayangan dan disebut sebagai biji mata Allah.

Editor: Aswin_Lumintang
Istimewa
Renungan: Persembahan yang Berkenan 

Mikha 4:11

KEHIDUPAN umat Israel sungguh tragis. Padahal mereka umat pilihan Allah. Mereka kesayangan dan disebut sebagai biji mata Allah.

Tapi kenyataannya mereka sangat menderita. Mereka bukan hanya dijajah oleh satu bangsa/kerajaan saja. Tapi oleh banyak bangsa. Termasuk Babel dan Asyur.

Renungan
Renungan (WWW.THOUGHTCO.COM)

Israel ditelikung. Mereka hancur oleh persekongkolan bangsa-bangsa. Mereka terkepung, terbuang, hancur dan tiada berdaya. Mereka kehilangan hak hidup, dijajah dan diusir dari negerinya baik dari Yerusalem sebagai ibukota Yehuda (Israel Selatan) maupun dari Samaria sebagai ibukota Israel (Utara).

Mereka dikepung dan dikeroyok oleh bangsa-bangsa. Bangsa-bangsa sekitar seperti berebut menguasai dan menindas Israel yang membuat mereka tersiksa dan menderita.

Kota kebanggaan mereka merana, sunyi dan sepi serta tinggal puing-puing. Sion kebanggaan mereka pun didiami oleh orang asing.

Demikian firman Tuhan hari ini.
_Sekarang banyak bangsa berkumpul melawan engkau, dengan berkata: "Biarlah dia dicemarkan, biarlah mata kita puas memandangi Sion!" (ay 4:11)_

Begitu tragis dan mengerikannya keadaan bangsa itu. Mereka memiliki 2 raja dan bangsa serta ibukota. Tapi raja-raja mereka tidak bisa berbuat apapun. Menjadi raja ompong. Kota dan negeri mereka dirampas menjadi milik bangsa-bangsa yang mengeroyok mereka.

Inilah hukuman Allah atas dosa yang dilakukan oleh raja-raja Israel, baik Israel Utara maupun Israel Selatan. Raja dan rakyatnya sama-sama telah melawan dan mengkhianati Allah. Meski sudah selalu bahkan berulangkali diperingatkan agar tidak berbuat jahat, tapi mereka tetap berbuat degil.

Mereka menyembah berhala. Berbagai dosa dan kejahatan dilakukan melawan kehendak Allah. Itulah sebabnya Tuhan menghukum mereka.

Nabi Mikha bersama nabi Yesaya menyuarakan suara kenabian (profetis). Mereka tegas menegur raja dan pembesar serta rakyatnya yang menyembah berhala, suka suap, menindas, tidakadil, serakah, tamak, kikir, bejat, bersekongkol dalam kejahatan dll.

Inilah yang ditentang dengan berani dan tegas oleh nabi Mikha. Mikha menegaskan bahwa jika bangsa itu tidak bertobat dan berbalik kepada Allah, kehidupan mereka akan semakin menderita.

Sebaliknya, jika berbalik setia kepada Allah, maka janji pemulihan akan diberlakukan secara sempurna kepada mereka. Bangsa-bangsa yang mengeroyok mereka, akan balik berbuat baik bahkan hormati dan tunduk kepada mereka.

Israel akan diberkati dengan herannya. Mereka akan memiliki raja lagi. Kota kebaggaan mereka akan kembali berjaya. Mereka akan kembali tinggal di sana.

Dan, akan datang Raja Damai bagi mereka yang akan menjadi raja bagi mereka untuk selamanya lewat kedatangan Tuhan Yesus Sang Juruselamat dunia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved