News

Desak Copot Kapolri, Saleh Al: Presiden Tak Memiliki Komitmen, Tak Bisa Ungkap Kasus Novel Baswedan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didesak Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi agar mencopot Jenderal Polisi Idham Azis dari jabatan Kapolri.

Desak Copot Kapolri, Saleh Al: Presiden Tak Memiliki Komitmen, Tak Bisa Ungkap Kasus Novel Baswedan
(TribunNewsmaker.com Kolase/ ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/MUHAMMAD ADIMAJA)
Kolase foto Novel Baswedan dan Kapolri Idham Azis 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jenderal Polisi Idham Azis didesak ke Jokowi untuk dipecat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didesak Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi agar mencopot Jenderal Polisi Idham Azis dari jabatan Kapolri.

Hal itu sebagai ungkapan karena kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan tak kunjung tuntas.

"Presiden Joko Widodo harus mencopot Kapolri Idham Azis apabila tidak dapat menemukan aktor pelaku lapangan, aktor intelektual dan motif penyerangan," kata perwakilan koalisi Saleh Al Ghifari kepada wartawan, Selasa (3/12/2019).

Apalagi, hingga hari ke-970 kata Saleh, Presiden Jokowi belum kunjung memberikan keadilan pada Novel Baswedan.

Padahal, Jokowi telah memberikan tenggat waktu kepada Kapolri Idham Azis untuk menyelesaikan kasus tersebut hingga awal Desember.

"Namun, pada kenyataannya tidak ada sama sekali perkembangan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi untuk mengungkap siapa aktor di balik penyerangan Novel Baswedan," kata Saleh.

Saleh menjelaskan, hingga saat ini, kepolisian sudah membentuk tiga tim untuk mengusut kasus Novel.

Namun, banyaknya tim itu tidak linear dengan hasil kerja yang sudah memakan waktu selama dua tahun delapan bulan.

"Apalagi Kapolri saat ini yaitu Idham Azis merupakan ketua dalam tiga tim yang telah dibuat," katanya.

Halaman
12
Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved