Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sidang Pembunuhan Guru Agama SMK Ichthus

Kasus Pembunuhan Guru Agama SMK Ichthus, Massa Tuntut Hakim Beri Putusan 2 Suku Kata

Aliansi Masyarakat Peduli Korban Pembunuhan Guru dan Forum Keluarga Pendeta, menggelar aksi damai

Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
TRIBUNMANADO/ISVARA SAVITRI/YOUTUBE
Kedua terdakwa saat di PN Manado Selasa (26/11/2019) dan video saat penganiayaan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sekira pukul 13.48 Wita, Senin (02/12/2019), Aliansi Masyarakat Peduli Korban Pembunuhan Guru dan Forum Keluarga Pendeta, menggelar aksi damai di halaman depan Pengadilan Negeri Manado, Sulawesi Utara.

Selain Aliansi, aksi itu juga diikuti oleh keluarga korban.

Aksi dimulai dengan menyanyikan lagu himne guru untuk menghormati para tenaga pendidik yang setiap hari berjuang memberi pembelajaran yang baik bagi para siswa.

Setelah itu mereka mengajak masyarakat untuk sama-sama mengawal proses persidangan hingga akhir.

Kemudian massa menuntut Majelis Hakim agar bisa memberikan putusan yang terdiri dari 2 suku kata yakni putusan seberat-beratnya.

Hal itu demi penegakan keadilan.

Selama aksi, pihak kepolisian memasang beteng di depan pintu masuk PN Manado.

Hingga berita ini diturunkan, massa terus berdatangan ke halaman PN Manado.

UPDATE: Guru SMK Ichthus Manado Tewas Ditikam Siswa, Istri: Penanganan Rumah Sakit Terlalu Lambat

Dalam sebuah wawancara antara Tribunmanado.co.id dan dua pelaku, kedua siswa itu mengaku menyesal telah membunuh guru agama SMK Ichthus Manado Alexander Werupangkey (54).

Dua Siswa Ichthus Manado, yakni FL (16) dan OU (17), mengaku meminta maaf kepada almarhum lewat doa.

"Sejak masih di tahan di Polresta Manado, saya terus berdoa minta maaf, karena saya sudah salah, sampai sekarang, wajah bapak guru masih terbayang di pikiran saya," jelasnya Selasa (26/11/2019).

Pelaku OU menyebut bahwa wajah guru SMK Ichthus Manado yang dipukulnya, pernah terbayang di pikirannya.

"Kami menyesal, memang benar penyesalan di belakang, saya jadi takut, kami berdua sering berdoa bersama, meminta maaf kepada pak guru lewat doa," kata OU.

Cerita 2 Siswa Bunuh Guru SMK Ichthus Manado, Sering Mimpi Aneh Disentuh Orang, Berdoa Baca Alkitab

2 Siswa Bunuh Guru SMK Ichthus Manado,
2 Siswa Bunuh Guru SMK Ichthus Manado, (TRIBUNMANADO/JUFRI MANTAK)

Dua Siswa Ichthus Manado, yakni FL (16) dan OU (17), warga Kelurahan Koka Mapanget Barat, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulut, mengaku wajah guru yang dibunuh mereka sering terbayang.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved