Sidang Pembunuhan Guru Agama SMK Ichthus

Kasus Pembunuhan Guru Agama SMK Ichthus, Massa Tuntut Hakim Beri Putusan 2 Suku Kata

Aliansi Masyarakat Peduli Korban Pembunuhan Guru dan Forum Keluarga Pendeta, menggelar aksi damai

Kasus Pembunuhan Guru Agama SMK Ichthus, Massa Tuntut Hakim Beri Putusan 2 Suku Kata
TRIBUNMANADO/ISVARA SAVITRI/YOUTUBE
Kedua terdakwa saat di PN Manado Selasa (26/11/2019) dan video saat penganiayaan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sekira pukul 13.48 Wita, Senin (02/12/2019), Aliansi Masyarakat Peduli Korban Pembunuhan Guru dan Forum Keluarga Pendeta, menggelar aksi damai di halaman depan Pengadilan Negeri Manado, Sulawesi Utara.

Selain Aliansi, aksi itu juga diikuti oleh keluarga korban.

Aksi dimulai dengan menyanyikan lagu himne guru untuk menghormati para tenaga pendidik yang setiap hari berjuang memberi pembelajaran yang baik bagi para siswa.

Setelah itu mereka mengajak masyarakat untuk sama-sama mengawal proses persidangan hingga akhir.

Kemudian massa menuntut Majelis Hakim agar bisa memberikan putusan yang terdiri dari 2 suku kata yakni putusan seberat-beratnya.

Hal itu demi penegakan keadilan.

Selama aksi, pihak kepolisian memasang beteng di depan pintu masuk PN Manado.

Hingga berita ini diturunkan, massa terus berdatangan ke halaman PN Manado.

UPDATE: Guru SMK Ichthus Manado Tewas Ditikam Siswa, Istri: Penanganan Rumah Sakit Terlalu Lambat

Dalam sebuah wawancara antara Tribunmanado.co.id dan dua pelaku, kedua siswa itu mengaku menyesal telah membunuh guru agama SMK Ichthus Manado Alexander Werupangkey (54).

Dua Siswa Ichthus Manado, yakni FL (16) dan OU (17), mengaku meminta maaf kepada almarhum lewat doa.

Halaman
1234
Penulis: Indry Panigoro
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved