Reuni 212
Peserta Reuni 212 Sebut Kehadiran Prabowo Bisa Timbulkan Pro-Kontra, Haikal Akui Ada Unsur Politik
Reuni Akbar 212 mengundang beberapa tokoh penting, termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil ketua Umum Partai Grindra Fadli Zon.
"Jadi itulah yang diusung 212 setiap tahun," sambungnya.
Meski reuni tersebut berunsur politis, namun Haikal Hassan menegaskan acara itu tak berfokus pada politik saja.
Haikal Hassan menjelaskan misi dari Reuni Akbar 212 yang ingin menunjukkan perbedaan dan persatuan kepada dunia.
"Dan tahun ini pun, kita tidak fokus kepada urusan politis, tetapi fokusnya tetap adalah kita pengin perkenalkan kepada dunia, khususnya kepada Indonesia," terang Haikal Hassan.
"Bahwa perbedaan-perbedaan ini bisa kita satukan dalam satu tempat, dalam satu wadah, dalam satu panggung," sambungnya.
Haikal Hassan juga mengingatkan agar tidak selalu mengaitkan setiap hal kepada persoalan politik.
"Tapi jangan apa-apa diunsurkan dengan politis, apa-apa politis, akhirnya kalau diserempetin semua kena gitu kan," ujar Haikal Hassan.
"Tapi (Reuni Akbar tahun ini) tidak ada agenda khusus," imbuhnya.
Anies Baswedan Disebut Perwakilan Pemerintah
Dalam wawancara tersebut, Haikal Hassan menanggapi kehadiran beberapa tokoh seperti Anies Baswedan serta Fadli Zon.
Prabowo Subianto disebut turut diundang dalam reuni namun tidak hadir seperti tahun 2018.
Haikal Hassan menegaskan pihaknya sebenarnya sudah mengundang semua tokoh penting.
"Yang diundang, semua tokoh kita undang baik secara langsung maupun tidak langsung," ujar Haikal Hassan.
Namun Haikal Hassan mengakui bahwa acara reuni yang digelar pada hari Senin ini bertepatan dengan jam kerja.
"Dan karena mepetnya waktu, mungkin ada yang terima (undangan) mungkin ada yang tidak terima," kata Haikal Hassan.