Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kilas Balik

Kisah Mike Tyson Penuhi Janji Pada Muhammad Ali, Persembahkan Kekalahan Larry Holmes ke Sang idola

Ikrar kepada idolanya itu ia wujudkan dalam duel Mike Tyson vs Larry Holmes pada 22 Januari 1988 di Atlantic City.

Penulis: Gryfid Talumedun | Editor: Gryfid Talumedun
Kolase Foto Tribunmanado/foto Daily Mail
Kisah Mike Tyson Penuhi Janjinya Pada Muhammad Ali, Persembahkan Kalahkan Larry Holmes ke Sang idola 

Ali kembali ke pertarungan tersebut dalam kondisi buruk. Pada awal 1980, Ali mulai kesulitan berbicara dan tangannya kerap bergetar sebagai akibat dari gejala awal penyakit Parkinson yang ia derita.

Sidang Putusan Kasus Pembunuhan Guru SMK Ichthus, Keluarga Korban Teriak Bebaskan Saja Mereka

Tiga bulan sebelum pertarungan, kondisi fisiknya sempat diragukan sehingga Komisi Atletik Nevada meminta ia melakukan pemeriksaan menyeluruh di rumah sakit yang telah ditunjuk.

Akan tetapi, ia memeriksakan diri ke sebuah klinik kecil bernama Mayo Clinic dan dinyatakan fit untuk bertarung.

Hanya, hasil lengkap pemeriksaan dirahasiakan dari publik untuk waktu yang lama.

Pada kemudian hari, baru diketahui kalau Ali kesulitan memegang ujung hidungnya dengan jari dan tak bisa berdiri dengan satu kaki pada pemeriksaan itu.

Jelang pertarungan ini, ia juga menderita penyakit setelah salah mendapat obat tiroid yang ia minum untuk menguruskan diri.

Ali terlihat kelimpungan di ring, tak bisa mempertahankan diri dan hanya menerima pukulan Larry Holmes.

Sementara, Holmes tengah menikmati tujuh tahun tak terkalahkan sebagai seorang juara dan berusia prima 31 tahun berbanding Muhammad Ali yang telah berusia 38 tahun.

Larry Holmes memenangkan pertarungan setelah pelatih Ali melempar handuk pada ronde ke-10.

Di belahan Amerika lain, pertarungan tersebut disaksikan oleh Mike Tyson yang saat itu masih berusia 14 tahun.

Sehari setelah pertarungan kontra Holmes, pelatih Mike Tyson, Constantine "Cus" D'Amato, menelepon Muhammad Ali di hadapan sang petinju.

"Bagaimana Anda mengizinkan petinju amatir ini menghajar Anda? Dia petinju buruk dan saya katakan dia amatir, kenapa kamu membiarkan seorang amatir memukul Anda," tuturnya.

Kemudian ia meneruskan telepon ke Mike Tyson sembari berkata "saya bersama seorang petinju remaja, tetapi suatu ketika ia akan menjadi juara dunia. Namanya Mike Tyson".

"Saya bersimpati dengan apa yang terjadi kepada Anda," tutur Tyson kepada Ali.

Ali membalas "saya sakit, pengobatan membuat saya lemah. Saya akan kembali untuk menghajarnya".

Halaman
1234
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved