Soal Laka Maut Tol Cipali, Dirjen Hubdar: Mungkin Sopir Ngantuk dan Kecepatan Tinggi
Dirjen Hubdar Budi Setiyadi menduga kecelakaan di tol Cipali terjadi karena sopir mengantuk dan mengemudi dengan kecepatan tinggi.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Sigit Sugiharto
TRIBUNMANADO.CO.ID - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menduga, kecelakaan tol Cipali yang menewaskan 6 orang dan melukai satu penumpang minibus Avanza terjadi karena sopir mengantuk dan kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.
Budi Setiyadi mengatakan akan mengecek apa sebenarnya penyebab kecelakaan lalu lintas di KM 113 Tol Cipali, Jawa Barat, Minggu (1/12) pagi.
Berdasar informasi yang ia peroleh, kecelakaan melibatkan dua kendaraan, yakni truk dan mobil pribadi yang mengarah ke Jakarta.
"Jadi, kejadian itu, kalau kita lihat dari kronologisnya, truk maupun mobil Avanza itu kan jalan satu arah ke arah Jakarta ya," ujar Budi, saat dikonfirmasi Tribun.
Budi mengaku belum mendapatkan laporan terkait berapa kecepatan truk sebelum akhirnya terlibat kecelakaan.
Namun, ia menduga pengemudi mobil minibus yang menabrak truk dari arah belakang dalam keadaan mengantuk.
• Pengusaha Angkot dan 1 Keluarga Tewas di Tol Cipali, Sopir Truk Kaget, Ini Kronologinya
"Saya belum tahu laporan kecepatan truk, tapi (saya terima informasi) di lapangan, mobil Avanza (yang membawa) satu keluarga itu melaju di pagi hari, kemungkinannya pengemudinya ngantuk ya," jelas Budi.
Selain itu, dari kerusakan yang dialami bagian depan mobil Avanza, ia menilai pengemudi membawa kendaraan dalam kecepatan cukup tinggi.
Menurutnya, faktor kelelahan dan mengantuk juga bisa menjadi pemicu, karena kecelakaan terjadi di pagi hari dan pengemudi menabrak kendaraan yang berukuran lebih tinggi di depannya.
"Kemudian kecepatan mungkin cukup tinggi juga ya, sehingga ada mobil (truk) dari depan yang jalan juga dalam satu arah itu, dia (pengemudi Avanza ini) tidak melihat," kata Budi.
Budi pun menyebutkan kemungkinan lainnya, yakni berfungsi atau tidaknya lampu belakang rem pada truk yang bisa menjadi tanda bagi kendaraan yang ada di belakangnya.
"Atau bisa juga nanti saya coba (cek) truknya itu lampu belakang remnya itu nyala nggak, itu saya belum dapat informasi," pungkas Budi.
Seperti diketahui, kecelakaan maut terjadi di di KM 113.200 Tol Cipali, Kampung Haniwung, Desa Gembor, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (1/12/2019) pukul 05.15 WIB.
Minibus Toyota Avanza Nopol B 1076 PVC yang dikemudikan Sutarno menabrak dari belakang truk Misubishi Nopol B 9556 UIO yang dikemudikan Imron Fauzi.
Kecelakaan itu menewaskan enam dari tujuh penumpang Azanza tewas. Satu penumpang terluka parah. Para korban adalah: