Reuni Akbar 212
Guntur Romli: Faktanya Habib Rizieq Tidak Dicekal Oleh Pemerintah RI, Tapi Pemerintah Saudi
Guntur Romli menduga reuni akbar 212 dilakukan oleh pihak yang kecewa pada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Saya katakan, partai-partai di luar sistem tokoh-tokohnya akan diundang oleh 212."
Ia pun menyinggung soal kehadiran Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Guntur menduga, Anies Baswedan memanfaatkan momentum tersebut untuk membuka jalan menunju Pilpres 2024.
"Kemudian kalau di Pilkada DKI ya, ada Gubernur Jakarta sekarang Anies Baswedan, saya lihat ada indikasi kuat menggunakan 212 sebagai jalan politik dia untuk 2024," jelas Guntur.
"Itu kalau kita mengamati dari rekam jejak, kemudian dari hal-hal yang kita katakan, kita saksikan bahwa gerakan 212 itu tidak lepas dari gerakan politik yang menggunakan isu agama."
Simak video berikut ini dari menit awal:
Tiga Agenda Utama Reuni Akbar 212
Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif mengungkap tiga agenda utama diselenggarakannya reuni akbar 212 di Monas.
Dilansir TribunWow.com, dari tiga agenda utama tersebut, satu di antaranya yakni meminta Sukmawati Soekarnoputri segera diadili secara hukum.
Diketahui, Sukmawati dianggap telah melakukan penistaan agama.
Slamet mengungkapkan tiga agenda utama reuni akbar 212.
Ia pun menyinggung nama Sukmawati Soekarnoputri.
"Nah, tadi kita ingin mengkritisi pemerintah, makanya besok itu ada tiga agenda," kata Slamet.
"Pertama kita mengingat anak bangsa tadi untuk penista agama, Bu Sukmawati yang sudah berkali-kali untuk segera diproses secara hukum sesuai dengan hukum di Indonesia."
Slamet Ma'arif saat menyampaikan reuni akbar 212 meminta Sukmawati Soekarnoputri segera diadili. (Tangkapan Layar YouTube Talk Show tvOne)