Agnez Mo Banjir Pujian karena Spreading Love and Forgiveness
Agnez Mo banjir pujian di tengah badai hujatan. Agnez Mo memaafkan para penghujatnya dengan mengatakan I love you and forgive you.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Sigit Sugiharto
@felikxsitus: orang yg selalu sibuk dgn orang lain itu nmx orang yg luka batin jd saya minta agar agnes yg sabar aja nggak usah mikir dgn apa yg dikatakan orang
@myseohyun: Dear netijen, gak usah ribet sama hal lain. Ingat aja kak agnes yg dari puluhan tahun lalu selalu membawa pengaruh positif untuk anak muda....lu kalau mau sukses dengan hal positif, ikutin panutan yg positif.
@dadan.gelan: Ada waktu dan saatnya semua akan mengerti . Tuhan tidak tidur dan tinggal dia . Kebeneran akan menunjukkan jalannya diwaktu yg tepat . Keep spirit (emoticon)
@alfred.nicho: Banyak org atau artis untuk menghidupi keluarganya anaknya klo gak jual diri pasti ngomongin nama org lain biar bisa makan, karna mereka gak punya prestasi seperti agnesmo
• Agnes Mo jadi Viral, Keluarganya Jarang Terungkap ke Publik, Ternyata Ibunya Berprestasi
Menginspirasi Banyak Orang
Postingan foto Agnez Mo dengan wajah bersih dan mata penuh cinta di IG itu tampak match dengan postingan-postingan lainnya yang mencerminkan pribadinya yang tak kenal lelah.
Dan ternyata banyak juga netizen yang belajar dari artis kelahiran 1 Juli 1986 ini.
Ini dapat dilihat dari satu postingan aku @pichu_taroreh di wall akun IG@agnezmo. Postingan dalam bahasa Inggris itu isinya kira-kira seperti ini:
Dear Agnez, aku kenal ada seorang gadis Tionghoa yang lahir di Poso. Dia sangat ngefans terhadap dirimu. Dia menyukaimu sejak duduk di bangku SD sampai sekarang.
Saat dia baru berumur 2 tahun, kerusuhan Poso pecah. Kerusuhan 20 tahun lalu itu merenggut hampir semua dalam hidupnya, meninggalkan trauma dalam dirinya.
Usai konflik Poso, dia lama tak berani bicara dengan orang lain. Ia bahkan takut membangun mimpi besarnya.
Dia pikir bahwa hidupnya adalah kekalahan dan dia tak berani melepas ketakutan yang dirasakannya.
Tetapi. kamu (Agnes), kamu telah mengubah perspektif hidupnya.
Itu terjadi saat kamu dalam sebuah wawancara mengatakan bahwa kita perlu bermimpi besar, bekerja keras, dan tetap berdoa untuk menjadi versi terbaik dari diri kita masing-masing.
Kamu cukup berani mengungkapkan pikiranmu dan mimpi-mimpimu kepada dunia, dan kamu selalu bekerja superkeras untuk membuat...."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/agnez-mo-banjir-pujian.jpg)