Selasa, 12 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Amalan Doa

Sering Kenyataan Tak Sesuai Harapan? Jangan Berputus Asa, Ucapkan Kalimat Ini

Kadang ada banyak kenyataan yang tak sesuai harapan. Hal itu kemudian membuat ktia stres, frustasi hingga tak jarang berujung berputus asa dalam hidup

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
Net
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kadang ada banyak kenyataan yang tak sesuai harapan. Hal itu kemudian membuat ktia stres, frustasi hingga tak jarang berujung berputus asa dalam hidup ini. 

Sering juga masalahnya cuma masalah sepele, namun bagi yang merasakan, hal sepele itu seolah-olah runtuhnya langit menimpa diri.

Terkait hal ini, ada satu doa yang mudah-mudahan dengan izin Allah, bila kita benar-benar meminta maka akan membuat kita tegar dan berani menerima kenyataan dengan lapang dada. Apa pun kenyataan itu, entah ditinggal istri, ditinggal orang yang kita cintai dll.

Berikut doa tersebut beserta penjelasannya sebagaimana yang dilansir dari NU Online dengan judul Doa agar Mudah Menerima Kenyataan, oleh Alhafiz K.

Sebagian orang terkadang tidak mudah menerima kenyataan politik, hukum, ekonomi-bisnis, sosial, dan juga pribadi yang tidak sesuai harapan.

Mereka menilai kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan dapat membawa mafsadat baginya. Padahal, kenyataan yang tidak sesuai harapan bisa jadi membuka banyak pintu kemaslahatan baru baginya.

Mereka yang tengah dihadapkan pada kenyataan pahit kehidupan yang tidak sesuai harapan harus tetap menjaga situasi batin dan kekuatan mental.

Kepala Desa Terpilih yang Sempat Hilang Lebih dari 2 Pekan Ini Akhirnya Ditemukan

Mereka dianjurkan untuk mengucap kalimat sebagai berikut:

حَسْبِىَ اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Hasbiyallāhu wa ni‘mal wakīl.

Artinya, “Cukuplah Allah bagiku dan ia sebaik-baik wakil.”

Anjuran ini didasarkan pada hadits riwayat Imam Abu Dawud, An-Nasai, dan Al-Baihaqi.

Semangat anjuran ini bukan hanya terletak pada pelafalan kalimat “Hasbiyallāhu wa ni‘mal wakīl,” tetapi pada penguasaan emosi dan penguatan mental serta mengembalikan persoalan berat kepada Allah ketika menerima sebuah kenyataan meski pahit sekalipun.

عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ رَضِىَ اللَّهُ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَضَى بَيْنَ رَجُلَيْنِ فَقَالَ الْمَقْضِىُّ عَلَيْهِ لَمَّا أَدْبَرَ حَسْبِىَ اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- إِنَّ اللَّهَ جَلَّ ثَنَاؤُهُ يَلُومُ عَلَى الْعَجْزِ وَلَكِنْ عَلَيْكَ بِالْكَيْسِ فَإِذَا غَلَبَكَ أَمْرٌ فَقُلْ حَسْبِىَ اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Artinya, “Dari Auf bin Malik RA bahwa Rasulullah SAW memutuskan perkara di antara dua orang. Orang yang berperkara ketika berpaling mengucap, ‘Hasbiyallāhu wa ni‘mal wakīl.’ Rasulullah kemudian bersabda, ‘Allah mencela kelemahan. Sebaliknya, kau harus kuat. Jika kau dirundung oleh suatu masalah, hendaknya mengucap, ‘Hasbiyallāhu wa ni‘mal wakīl,’’” (HR Abu Dawud, An-Nasai, dan Al-Baihaqi).

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved