Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabinet Jokowi

Presiden Jokowi Jamin Kinerja Kabinetnya, Jadi Jangan Lihat Gemuknya, Bandingkan dengan Negara Ini

Gerah dituding Kabinet Indonesia maju gemuk, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi kritik yang dialamatkan kepadanya.

Editor: Aswin_Lumintang
Tribunnews/HO/Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris
Presiden Joko Widodo mengenalkan tujuh orang sebagai Staf Khusus Presiden untuk membantunya dalam pemerintahan pada sebuah acara perkenalan yang berlangsung dengan santai di veranda Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2019) sore. Ketujuh staf khusus baru yang diperkenalkan Presiden Jokowi merupakan anak-anak muda berusia antara 23-36 tahun atau generasi milenial. Adapun ketujuh staf khusus baru yang diumumkan oleh Presiden Jokowi yaitu (kiri ke kanan) Andi Taufan Garuda Putra, Ayu Kartika Dewi, Adamas Belva Syah Devara, Gracia Billy Mambrasar, Putri Indahsari Tanjung, Angkie Yudistia, dan Aminuddin Maruf. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Gerah dituding Kabinet Indonesia maju gemuk, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi kritik yang dialamatkan kepadanya.

Kritik itu terkait komposisi kabinet Indonesia Indonesia Maju yang dipandang 'gemuk' dan tidak efektif.

Diketahui dalam periode kedua pemerintahannya, Jokowi menambah jabatan 12 wakil menteri dan 14 Staf Khusus Presiden.

Anggota Kabinet Indonesia Maju diperkenalkan oleh Presiden Jokowi di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden Joko Widodo resmi melantik 34 Menteri, 3 Kepala Lembaga Setingkat Menteri, dan Jaksa Agung.
Anggota Kabinet Indonesia Maju diperkenalkan oleh Presiden Jokowi di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden Joko Widodo resmi melantik 34 Menteri, 3 Kepala Lembaga Setingkat Menteri, dan Jaksa Agung. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Jokowi mengatakan tidak masalah banyaknya jajaran dalam kabinetnya.

Menurut Jokowi terpenting ialah semua tugas dapat diselesaikan.

"Nggak. (harus) fungsional dan harus efektif. Ini tidak masalah banyaknya dong, pekerjaan apa yang dikerjakan," ujar Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/11/2019).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta masyarakat tidak menilai banyaknya jajaran yang membantu pekerjaannya di kabinet.

Sejumlah Wakil Menteri disumpah saat acara pelantikan Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Presiden Joko Widodo resmi melantik 12 Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju.
Sejumlah Wakil Menteri disumpah saat acara pelantikan Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Presiden Joko Widodo resmi melantik 12 Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Dia turut membandingkan negara-negara yang memiliki jumlah penduduk yang lebih sedikit dari Indonesia.

"Jangan menilai sesuatu dari banyaknya. Bandingkan negara-negara lain yang penduduknya lebih sedkit, organisasinya seperti apa, efektifitas seperti apa," kata dia.

Foto bersama setelah pengenalan wakil menteri di Kabinet Indonesia Maju.
Foto bersama setelah pengenalan wakil menteri di Kabinet Indonesia Maju. (Screenshot Breaking News Kompas TV Acara Pelantikan Wakil Menteri Kabinet Jokowi)
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved